Lagi, Kontemplasi Dini Hari

Oleh sebuah perenungan, 
Yang seyogyanya terjawab.
Kontemplasi dini hari tak bertepi,
Habis sudah seluruh daya,
Oleh sebab spekulasi tak bertuan.

Atas malam — malam panjang,
Tentang segala perenungan,
Dan seribu satu pertanyaan,
Silih berganti tanpa muara.

Maafkan diri tak luput dari nista.
Rupanya hanyalah manusia biasa,
Dipenuhi oleh dosa — dosa,
Dan sumpah serapah dari luar sana.

Maafkan,
Karena saya memang tidak sempurna.
Sila mencaci dan memaki,
Sedang Ia Maha Mengetahui,
Yang baik lagi yang buruk.

Yang selalu resah hati dan pikirannya,
Alhamdulillah rupanya Ia masih merindukan saya,
Diingatkan untuk tetap mendekat kepadaNya.

Biarkan,
Saya senantiasa memperbaiki diri.
Sedang Ia Maha Mengetahui lebih dari hambaNya,
Sedang Ia Maha Mengetahui yang benar lagi yang salah,
Sedang Ia Maha Mengetahui segala niat baik hambaNya.

Malam — malam panjang,
Bandung, April 2017,
Yang penuh nista.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Saghita Desiyana M.’s story.