Perih Rindu

Rindu tidak membenci jarak, justru sebaliknya, menumbuhkan cinta karena doa-doa. Barangkali kita kesedihan yang ditanggung oleh sepasang mata yang buta. Tapi, cinta hanya butuh dimengerti. Mendoakan adalah cara terbaik menyampaikan rindu — dan namamu, kata yang tak pernah luput kusebut di dalamnya. Bertahun-tahun kita bertahan untuk saling mencintai. Apakah yang membuat seseorang betah tinggal di rumah? Barangkali kau adalah alasan bagiku untuk kembali. Aku suka menatap langit dan kau menyukai warna biru. Menenangkan. Bagiku melihat isi dunia cukup melihat matamu.

Kau adalah sesuatu yang tidak kutahu namanya. Mungkin juga jawaban yang selama ini kucari. Kau laut dan aku langit. Hanya warna kita yang sama, meski kadang cuaca membuat kita menjadi berbeda.

Setiap mengingatmu, aku seperti sedang berada di suatu tempat yang jauh, tetapi aku merasa pernah berada di sini. Rindu adalah keinginan mengulang masa lalu, katamu. Mungkin karena tak ada yang bisa menghapus kenangan dari ingatan, meski telah kaupendam dalam-dalam. Bahkan, ia akan semakin tumbuh dan tambah mencintaimu sekali lagi, sekali lagi, dan berkali-kali lebih pedih.

Aku ingin mengakhiri sajak ini di sini. Di tempat kau dan aku saling mendoakan dan menunggu.

Like what you read? Give sajakmaniss a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.