Inspirasi Indah dalam Hariku
Cerita tentang liburan, semua orang punya ceritanya dengan versi mereka masing-masing. Tak terkecuali aku. Liburanku ini mungkin juga dialami banyak teman-teman yang lain. Bagaimana tidak? Liburan yang aku maksud ini adalah hari libur bebas dari kegiatan akademik kuliah. Ya, hari-hari bebas dari materi kuliah, tugas-tugas, dan ujian. Namun menurutku liburan tahun ini tidak benar-benar liburan. Mengisi hari-hari pasca kuliah dengan kegiatan lagin yang konon katanya lebih bermanfaat apalagi kalo bukan kegiatan organisasi. Ya, aku mengikuti beberapa kegiatan yang melatih organisasi yang cukup menyita waktu sehingga hari-hari libur ini aku tidak terkesan menganggur.
Dimulai dari tanggal 23 Mei saat awal liburku dimulai. Aku dan teman-temanku pulang ke kampung halaman, Semarang, kurang lebih selama 7 hari untuk memenuhi misi khusus dari Paguyuban Semarang, Karang Praga. Misi kami adalah menyambut calon mahasiswa baru yang lolos SNMPTN ITB di Semarang. Setelah selesai kami kembali ke Bandung. Acara berikutnya adalah diklat terpusat OSKM selama 10 hari yang disambung diklat divisi mentor dan kegiatan Akhir Tahun SAPPK 2014. Semacam kegiatan perpisahan untuk angkatan kami sebelum memasuki jurusan masing-masing. Arsitektur atau Planologi. Tanggal 9 Juni adalah hari yang menegangkan karena keputusan jurusan kami angkatan 2014 akan diumumkan. Jurusan yang aku dapat adalah Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Setelah sudah resmi mendapat jurusan, tambahan kegiatan baru pun datang yaitu interaksi pra-ospek jurusan planologi sampai bulan Juli.
Akhirnya tanggal 5 Juli 2015 aku pulang kembali ke Semarang. Walaupun masih ada interaksi terakhir tapi aku terpaksa tidak hadir karena rencana kepulangan ke kota asal sejak jauh hari. Aku pulang naik kereta jam sembilan malam tiba disana sekitar waktu subuh. Senang rasanya bertemu keluarga apalagi di tengah bulan Ramadhan. Bahagia masih bisa menikmati waktu sahur dan berbuka bersama dengan ayah dan kakak-adikku. Bedanya tidak ada ibuku disini. Ibuku sedang berada di Kota Cirebon karena suatu hal. Selain berkumpul dengan keluarga, aku juga bersilaturahmi dengan teman-teman SMA dan kerabat dekat. Satu hal yang membuat libur Ramadhan ini berbeda adalah kunjungan oleh keluarga tanteku dari Malaysia ke Semarang. Kami sekeluarga besar mengadakan buka bersama. Sayangnya aku tidak dapat ikut acara tersebut karena bertabrakan dengan acara buka bersama se-angkatan SMA. Tak apalah yang penting aku sempat bertemu dengan mereka semua.
Hari Jumat 18 Juli 2015, Hari Lebaran pun tiba. Usai salat Ied kami bersalaman dan kumpul bersama sanak saudara sambil makan bersama hidangan yang telah disiapkan. Kemudian kami melanjutkan silaturahmi ke beberapa keluarga dari ayahku. Sampai siang tiba kami langsung mengemasi barang dan bersiap untuk mudik ke Cirebon pada hari ini juga. Tak sabar bertemu keluarga dari ibuku, terutama bertemu dengan sang ibu yang sudah lama aku rindu. Tibalah kami di rumah nenekku, daerah Pasar Jamblang, Cirebon sekitar jam lima sore. Aku dan kakak-adikku langsung melepas rasa rindu dengan ibu. Walaupun selama bulan puasa tidak bisa menikmatinya bersama dengan ibu tapi beruntung rasanya hari lebaran masih bisa memohon maaf kepada perempuan pemilik pintu surga ini.
Tiga hari tak terasa akhirnya kami sekeluarga kembali ke Semarang, dan juga dengan ibuku. Tapi tetap saja beliau masih tidak bisa tinggal lama dan harus kembali ke Cirebon. Hari-hari terakhir di kota lunpia ini aku isi dengan bermain bersama teman-teman, kakak dan adik, silaturahmi ke rumah om dan tante, dan juga bersih-bersih rumah. Karena senangnya berkumpul dengan banyak orang yang aku sayang selama liburan aku nyaris tidak mengingat semua bebanku selama hidup di Bandung. Semua ini membuatku semangat dan tumbuh passion baru.
Tak terasa sudah waktunya aku harus kembali ke Bandung. Sabtu, 25 Juli jam Sembilan pagi aku naik Bus Nusantara tujuan Bandung. Kembali lagi untuk mengukir masa depan, untuk memburu ilmu dan belajar, memulai sebuah perjuangan baru tepatnya di Planologi. Masih banyak jejak-jejak baru yang harus aku buat disini. Masih harus membangun harapan untuk membahagiakan kedua orang tua, ayah dan ibu. Masih terus berusaha untuk menjadi mahasiswa yang terbaik untuk bangsa. Semoga apa yang terbaik yang selalu kita dapatkan.