Salwa Azzahra
Sep 4, 2018 · 1 min read

BOSAN

Bosan ialah sebuah ‘koma’ dari setiap hubungan.

Atau bisa juga dalam sebuah keadaan.

Dan mungkin juga ia hadir setelah rasa kesenangan, kebahagiaan, ketenangan, bahkan kenyamanan.

Bosan hadir kapan pun ia mau.

Kita semua tau, koma bukanlah sebuah akhir.

Tapi hanya jeda.

Kata orang, bosan hanya ada 2 pilihan:

  1. Mengakhiri, atau
  2. Mengubah kebiasaan

Jika kamu mengakhiri, kamu sama saja menyerah di tengah-tengah proses.

Kamu akan bingung juga penasaran akan endingnya seperti apa dan bagaimana.

Lalu kamu rindu,

Dan yang paling parah adalah kamu menyesal.

Sedangkan ketika kamu memilih nomor 2.

Kalian bisa menambah pengalaman baru, kisah baru, kebahagiaan baru, senyum yang baru.

Dan juga usia baru untuk hubungan kalian.

Karena kalian ingin lagi dan lagi.

Dalam kebosanan,

tidak ada pilihannya tentang mendua atau soal orang ketiga.

Mereka bukan unsur dari sebuah kebosanan.

Mereka hanyalah pengganggu.

Dalam hubungan yang masih baik pun, orang ketiga akan bisa saja datang.

Bosan adalah tanda ketika rutinitas hubungan masih dalam zona nyaman.

Kadang sebagian mereka takut untuk memulai sesuatu yang beda akan merubah hubungan yang nyaman menjadi rusak.

PADAHAL ITU BELUM TENTU.

Intinya, bosan akan sama-sama menciptakan yang baru.

Hubungan yang baru atau kisah yang baru.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade