Bincang-Bincang Cantique Dengan Kak Rahman …

Pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018, pukul 07.00, kami (Samantha, Jessica, Nadya, Rika, Saskia, Willsen, dan Yoel) hendak berbincang singkat dengan salah satu daemon yaitu kak Rahman yang memiliki nama lengkap Abdurrahman dan memiliki codename momo. Ia disebut momo karena sempat menjadi karakter momo di Avatar The Legend of Aang pada perform Wisuda Oktober HMIF 2016. Awalnya kami merencanakan bertemu di selasar CC Timur untuk mengadakan wawancara namun ternyata beberapa dari kami datang agak telat karena kesiangan dan ada yang alarmnya mati sehingga dari awalnya mulai pada pukul 07.00 akhirnya molor hingga kira-kira 20 menit.

Sambil menunggu salah satu dari teman kami yang masih berjuang ke ITB, kami akhirnya memulai sesi wawancara kami dengan kak Rahman. Awalnya kak Rahman meminta kami untuk memperkenalkan diri menggunakan cara yang unik yaitu dengan kuis kecil. Kami pun kaget dan mengira akan diberi soal yang sulit tapi ternyata tidak sama sekali. Soal yang pertama yaitu adalah menuliskan alasan kami memilih jurusan kami. Kak Rahman pun menjelaskan bahwa ia cukup penasaran dengan alasan kami masuk ke jurusan masing-masing. Soal yang kedua yaitu kami diminta untuk menuliskan codename daemon kak Rahman. Sedangkan soal yang ketiga, kami diminta untuk menuliskan nama tempat yang mau kami kunjungi bersama UNIX melihat bahwa kami sudah pernah makrab namun tempatnya masih di sekitar ITB. Dan yang terakhir kami diminta untuk menuliskan kata-kata maupun kalimat yang berbau SARA yang pernah kami temui di timeline LINE kami. Awalnya kami sempat bingung dengan apa yang harus kami tulis, beberapa dari kami juga ada yang membuka kembali timeline LINEnya untuk mencari kata-kata tersebut. Setelah hasil jawaban “kuis” dikumpulkan, kak Rahman pun mulai membaca satu persatu dan memanggil nama kami agar dapat mengenal kami dan setelah semuanya dikumpulkan kak Rahman akhirnya menjelaskan mengapa kami diminta untuk menuliskan kata-kata yang berbau SARA di kuis tersebut. Alasannya adalah karena kak Rahman sedang mengerjakan satu proyek dimana proyek tersebut membuat aplikasi yang dapat mendeteksi adanya kata- kata ataupun kalimat yang berbau SARA yang bisa memecah Indonesia. Kami pun terkejut sekaligus kagum.

Setelah kuis selesai, kami hendak memulai sesi wawancara kami, kak Rahman pun memperkenalkan diri kepada kami. Kak Rahman tiba-tiba bertanya pada kami apakah ada yang mengingat kak Rahman pernah muncul pada day SPARTA yang mana. Kami pun merasa familiar namun tetap sulit mengingat wajah kak Rahman pernah muncul di day SPARTA yang keberapa. Ternyata kak Rahman pernah mengisi day SPARTA di day dimana kami berkeliling ke pos-pos untuk mengenal bagian dalam organisasi HMIF dan kak Rahman berada di pos departemen internal karena kak Rahman adalah kepala departemen Internal ternyata, kami pun seketika ingat kembali. Kak Rahman berasal dari Jember, Jawa Timur. Selama hidupnya kak Rahman tidak hanya menetap di Jember karena ketika SD kak Rahman bersekolah di Jember namun ketika SMP dan SMA kak Rahman bersekolah di Semarang dan kuliah di Bandung. Kak Rahman yang jurusannya di Informatika ini mengaku IPnya biasa saja dan kak Rahman juga bukan asisten lab manapun. Dulu pernah mendaftar menjadi asisten Basdat dan Admin namun kurang berhasil karena nilainya masih kurang sedikit.

Salah satu dari kami bertanya kepada kak Rahman bagaimana cara kak Rahman agitasi, tapi kak Rahman pun mengaku ia tidak menyukai agitasi makanya ketika daemon menjadi barikade biasanya kak rahman hanya diam dan ikut mendengarkan dan nonton. Kak Rahman juga berpesan pada kami untuk berani interupsi ketika merasa forum akan berlangsung lama untuk menurunkan tas dan duduk kepada pemimpin forum.

Kak Rahman dulu ketika menjadi panitia SPARTA 2016, kak Rahman tidak punya divisi karena kak Rahman menjadi wakil ketua SPARTA. Dulu yang menjadi ketua SPARTA yaitu salah satu anak URO. Menurut kak Rahman kegiatan SPARTA dulu kurang lebih sama. Ada kegiatan yang sama yaitu membuat suatu penyelesaian masalah untuk masa kampus namun sewaktu itu tidak ada kewajiban untuk membuat aplikasinya hingga jadi. Kak Rahman juga sempat menjelaskan kepada kami mengenai divisi Internal sehingga lebih jelas. Kami pun dijelaskan ketika masuk untuk magang di divisi nantinya akan langsung ikut evaluasi proker sekitar September. Kami pun memancing kak Rahman bahwa kita akan sudah dilantik di bulan September ini. Kak rahman pun hanya tertawa saja dan bertanya apakah kita sudah eneg dengan SPARTA kami pun menjawab bahwa kami sudah tidak tahu lagi mau ngapain.

Berlanjut ke pertanyaan selanjutnya kami pun meminta kak Rahman untuk bercerita mengenai kisah-kisah yang pernah kak Rahman alami selama 3 tahun ini namun menurut kak Rahman cerita-cerita dan jokesnya anak IF hanya berkisar tubes sementara anak STI berkisar di laporan yang templatenya saja bisa sampai 50 halaman. Dan Kak Rahman juga bercerita bahwa anak-anak yang sedang mengerjakan tubes ketika deadline pengumpulan source code itu kebanyakan programnya belum selesai namun masih dilanjut kerjaannya sampai tanggal demo walaupun source code sudah dikumpul. Selain kisah tubes kak rahman mengaku masih belum ada kisah kasih di kehidupan ITBnya dan malah bertanya apakah ada yang pernah cinlok diantara masa UNIX. Akhirnya cerita ini berakhir di pembahasan bahwa kak Renjira cukup populer diantara masa UNIX karena dikejar lima orang namun seramnya diantara 5 orang tersebut hanya 1 orang yang perempuan menurut gossip yang kak Rahman dapat.

Unit yang diikuti oleh kak Rahman awalnya ada beberapa namun tidak ada yang dilanjutkan sehingga kak Rahman GNU namun kak Rahman sering main ke sekre ARC karena banyak teman yang di ARC selain itu kak Rahman juga sering diajak main ping pong di UATM. Unit yang dulu sempat diikuti kak Rahman adalah KPA dan radio kampus namun berhenti di tengah-tengah. namun komunitas yang diikuti kak Rahman ada lumayan banyak salah satunya CTF. Salah satu dari kami pun bertanya bagaimana pendapat kak Rahman mengenai ikut partisipasi di unit-unit karena banyak dengar dari kating bahwa ikut aktif di unit itu bagus untuk menambah pengalaman keorganisasian yang bisa dicantumkan di CV namun menurut kak Rahman tidak ikut unit ya tidak masalah, not a big deal, karena biasa ketika di unit itu kan berarti kita pegang jabatan di organisasi itu sementara yang lebih baik adalah ketika kamu menjabat di organisasi itu kamu bisa menjelaskan perubahan baik apa yang kamu bawa ke dalam organisasi itu. Jadi seakan-akan jika hanya ingin masuk nambahin ke CV kesannya oportunis banget.

Sehingga usahakan apa yang kamu kerjakan itu bukan cuma buat CV doang tapi yang kalian suka dan itu yang memang kalian mau kembangkan.

Sekian bincang-bincang kami dengan salah satu masa daemon yaitu kak Rahman. Sukses terus kak !! :)

(link video bincang-bincang cantique kami https://youtu.be/pWf72N9j0k0)

Samantha Olivia-16517357, Willsen Sentosa-16517239, Rika Dewi-16517305, Lidya Jessica-16517085, Saskia Imani-16517060, Nadya Anastasia-16517195, Yoel Susanto-16517213