Kolaborasi dalam Fintech: Iya atau Tidak?

Istilah Fintech atau kepanjangannya financial technology menjadi buzzword yang sangat populer di dunia dan juga Indonesia pada tahun 2015. Walaupun payment platform seperti Paypal, Worldpay dan sejenisnya sudah hadir sejak era 90-an akhir, namun pada waktu itu netizen masih belum mendefinisikan teknologi finansial yang lainnya. Kami menyebutnya era Fintech 1.0 dimana para startup berusaha menciptakan solusi untuk bidang masing-masing dan sedikit banyak mengambil porsi pasar dari layanan bank konvensional.

Seiring berjalannya waktu layanan seperti lending platform, personal finance advisory, credit comparison, wealth management dan lain sebagainya perlahan tapi pasti mulai menjangkau pasar yang tadinya belum terjangkau oleh bank konvensional. Bank pun mulai melirik untuk berkolaborasi dengan para startup fintech dan bahkan ada sebuah bank lokal, BTPN, yang bertransformasi menyediakan layanan perbankan layaknya sebuah startup. Jenius menyediakan kemudahan bagi para calon pelanggan untuk menjadi pelanggan tetap dengan memotong proses screening KYC (Know Your Customer) konvensional yang memakan waktu. Oh ya, sekarang Bank Indonesia (BI) menyebutnya CDD (Customer Due Diligence). Untuk proses CDD ini pun sudah ada yang menyediakan layanan credit checking sejenis yang dilakukan BI.

Semua berlomba-lomba meraup pasar bankable maupun unbankable sebesar-besarnya. Di era persaingan seperti sekarang ini, pertanyaan yang sering timbul bagi kami pelaku industri fintech adalah: Apakah sebaiknya kami bekerja sama untuk sebuah solusi yang hampir sejenis? Haruskah kami mengembangkan teknologi serupa? Dengan siapa yang sebaiknya kami berkolaborasi?

Fintech 3.0 Kolaborasi antar Fintech

Sharing economy adalah sebuah istilah yang sangat populer belakangan ini. Benita Matofska, Chief Sharer, The People Who Share, mendefinisikan sharing economy sebagai ekosistem sosial-ekonomi yang dibangun di seputar area pembagian sumber daya manusia, fisik, dan intelektual. Teknologi informasi terkini telah mengakselerasi terjadinya ekosistem bersama ini. Dengan mudahnya sebuah bisnis dapat berkolaborasi dengan bisnis lain hanya dengan mengembangkan protokol antarmuka aplikasi (API — Application Protocol Interface). Bahkan beberapa institusi bank besar sudah menyediakan API tersebut agar para pelaku startup dapat dengan mudahnya terkoneksi. Kami menyebutnya Fintech 2.0 dimana institusi keuangan dan startup fintech bekerjasama memberikan layanan terbaik untuk para pengguna, meraih pasar yang lebih luas.

Lalu apakah itu Fintech 3.0? Bagi kami di Jojonomic, kami sangat menghargai pentingnya kerjasama dengan sesama pelaku fintech demi kemudahan para user kami. Di Fintech 3.0, kami dengan antusias mengajak para pelaku bisnis teknologi finansial yang sudah ada terlebih dahulu maupun yang baru, untuk bersama-sama memberikan pelayanan yang terbaik untuk para pelanggan baru maupun yang sudah menjadi pelanggan tetap, tentunya dengan tetap patuh dengan koridor-koridor hukum yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia sebagai barometer layanan kami.

Jojonomic Pro, sebagai aplikasi mobile business expense yang berurusan erat dengan pengelolaan pengeluaran perusahaan, sangat dekat sekali hubungannya dengan aktifitas tim keuangan dan juga divisi sumber daya manusia di sebuah perusahaan. Kami percaya efisiensi yang dilakukan oleh aplikasi kami pada proses keuangan perusahaan sangat bergantung pada koneksi data yang dapat kami lakukan dengan sistem akuntansi maupun HRIS (Human Resource Information System) yang sudah ada. Proses pembayaran pun juga harus dapat dilakukan semudah mungkin.

Kemudahan yang kami berikan bagi para karyawan pada aplikasi mobile kami akan menjadi sia-sia apabila pihak keuangan perusahaan ataupun tim HR tidak dapat menerima dan meng-extract data dengan mudah. Oleh karena itu, tim software engineer Jojonomic bekerja keras untuk mewujudkan kebutuhan tersebut dengan mengembangkan integrasi, berkolaborasi dengan beberapa sistem ERP, Accounting System, maupun HRIS yang sudah ada.

Proses reimburse dan disburse uang dana operasional pun dapat dilakukan dengan hanya menekan sebuah tombol, kami menyebutnya Direct Bank Transfer.

Kami percaya Jojonomic Pro is Business Made Easy.