Image for post
Image for post

Berapa banyak kedai-kedai kopi di sekitar kita yang mulai menyerah dengan pandemi ini? Sebelum semakin banyak, mari bantu yang masih bertahan dengan hal-hal kecil ini!

PANDEMI tak hanya menyerang satu bidang industri, tapi menerjang hampir keseluruhan cabang bisnis. Tak terkecuali industi kopi kita. Mulai dari kedai kopi, roastery, green buyer, penjual alat kopi hingga petani yang jauh di hulu sana. Jika satu saja rantai industri kopi kita terhenti, maka akan terhambatlah seluruh lingkaran panjang ini.

Kita juga paham, daya beli pasti berkurang. Tapi setidaknya kita masih bisa membantu sedikit. Semua orang punya caranya untuk membantu, sekecil apapun itu.

Dan kita yang di hilir bisa kok ikut membantu kedai kopi agar mereka terus berjalan, lalu roastery pun ikut bergerak hingga ke petani yang masih bisa menjual biji kopinya. Berikut adalah beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan! …


Image for post
Image for post

Di luar kopi susu kekinian, variasi kopi-kopi berbasis espresso ternyata masih lebih diminati.

MENJELANG akhir 2019 lalu, kami mencoba meneliti kecil-kecilan tentang selera ngopi orang Indonesia. Penyebabnya sebagian besar karena penasaran saya sendiri. Perkembangan tren kopi di Indonesia selalu saja disambut gegap gempita, apapun bentuknya.

Mulai dari seduh manual hingga yang sekarang sedang fenomenal: kopi susu kekinian. Setiap gelombang yang datang ke Indonesia selalu saja ada peminatnya, meskipun tren terakhir tampaknya mulai membentuk pasar (dan segmentasi) sendiri.

Tapi, tetap saja kejadian-kejadian unik ini memantik keingintahuan. Kalau kita bisa memetakan seperti apa kira-kira selera ngopi orang Indonesia, maka bagaimana hasilnya?

Disclaimer. Penelitian kecil-kecilan ini dilakukan melalui platform media sosial Otten Coffee dan melibatkan sekitar 8000 responden Otten Coffee yang umumnya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Sehingga setidaknya kami boleh telah menganggap bahwa data yang diperoleh sudah mewakili peminum kopi Indonesia rata-rata dan secara umum. …


Bagi beberapa orang kopi adalah minuman. Bagi pecandu kopi, kopi adalah ‘belahan jiwa’ yang rasanya mustahil jika hidup tanpanya meski hanya sehari.

OLEH karena itu, saya melakukan riset (sangat) kecil-kecilan dengan mewawancarai 20 teman yang juga merupakan pecandu kopi kelas berat. 20 teman saya ini mengaku sehari paling sedikit mengonsumsi 3 cangkir perhari dalam jumlah yang beragam. Rentang usia mereka dari 23–45 tahun dan memiliki profesi yang berbeda-beda.

Kepada 20 pecandu kopi yang saya kenal ini saya bertanya satu pertanyaan “pernah nggak sehari hidup tanpa kopi? dan “apa yang terjadi dengan kamu jika seharian tidak ngopi?”.

Dari dua pertanyaan ini terangkumlah empat jawaban yang meluncur dari masing-masing mereka. Jawabannya hampir sama meski mereka berbeda dan tak saling mengenal satu dengan lainnya. Mau tahu apa saja yang terjadi dengan pecandu kopi jika tidak ngopi seharian? Simak jawabannya berikut ini. …


Image for post
Image for post

Roda rasa ini kerap muncul di acara-acara kopi spesialti — dan itu bukan sekadar dekorasi.

JIKA kita mendatangi acara-acara kopi, terutama yang bertema spesialti, poster bergambar roda rasa atau flavor wheel umumnya akan menjadi pemandangan biasa. Entah ditempel di dinding, atau dihamparkan di atas meja saat sesi cupping, setidaknya itu cukup menunjukkan bahwa ‘keberadaan’ grafis ini penting. Sepenting mesin espresso untuk barista, atau sepenting alat seduh untuk penyeduh, sehingga sebagian besar pengusaha kopi menganggap flavor wheel adalah standar untuk para cupper mereka.

Coffee tasters flavor wheel adalah sebuah produk hasil kerjasama antara Specialty Coffee Association of America (SCAA — sekarang SCA saja) dan organisasi penelitian kopi dunia, World Coffee Research, yang dibuat untuk membantu para cupper dan siapapun yang ingin menguji cita rasa kopi. …


Image for post
Image for post

Kompetisi ini kerap dianalogikan seperti penghargaan Oscar dalam dunia kopi.

BEBERAPA waktu lalu saya berkesempatan mewawancarai secara langsung Darrin Daniel, salah satu figur penting pengisi dokumenter A Film About Coffee yang kini menjadi Direktur Eksekutif dari ACE — sebuah organisasi nirlaba Internasional yang mengurusi kegiatan tersebut.

Pada wawancara itu ia beberapa kali menyebut tentang Cup of Excellence dan pengaruh besarnya bukan hanya terhadap industri kopi, namun juga kepada para petani. Tapi sesungguhnya apa itu Cup of Excellence?

Cup of Excellence adalah sebuah proses penyeleksian varietas kopi yang cukup ketat, umumnya kegiatan ini disertai pula dengan kompetisi pencarian kopi terbaik. Para pemenang kegiatan ini, selain akan berhasil mendapatkan predikat bergengsi “kopi terbaik dan terunggul di dunia”, juga akan dijual dengan harga fantastis ke pasar spesialti global. …


Lebaran tahun ini sungguh sangat berbeda. Tak ada temu dan tatap muka. Tak ada kopi di atas meja di antara kita.

Image for post
Image for post

NAMUN meski jarak masih kita jaga, kopi tetap bisa kok jadi sarana silaturahmi yang menyenangkan. Lebaran identik dengan kemenangan dan suka cita. Pun identik dengan kembali suci dan rasa saling memaafkan. Dan meski terasa berat karena tak ada jabat dan peluk, kita tetap bisa menyenangkan kerabat dan sahabat tentunya dengan kopi.

Saya sendiri sudah mulai berpikir keras bagaimana caranya agar lebaran tahun ini silaturahmi antar sahabat seperkopian tetap terjaga dan penuh makna meski kami tak bisa ngopi bersama. …


Pandemi membuat beberapa orang merasa kesepian. Entah karena memang benar-benar harus hidup sendiri sementara waktu, atau karena tak punya teman ngopi yang bisa diandalkan setiap waktu.

Image for post
Image for post

BEBERAPA orang di sekeliling saya mengaku bahwa mereka merasa kesepian di kondisi ini. Bukan karena benar-benar tinggal sendiri, tapi sepi ternyata datang dari kekosongan.

Rutinitas bertemu orang di tempat kerja, kehangatan yang lahir di kedai kopi setiap hari atau hal-hal lain yang melibatkan sebenar-benarnya tatap muka. Kebanyakan dari mereka merindu interaksi di kedai kopi. Tak hanya rasa pada tiap cangkir tetapi juga dialog, interaksi, diskusi dan apa saja yang pecah bersama seduh.

Saya cukup beruntung karena meski ‘mengarantinakan diri’ di rumah tetap memiliki teman ngopi. Mama saya adalah teman ngopi saya. Jika tak ada dia menikmati kopi sendirian mungkin akan terasa hampa. Walau di beberapa waktu saya kerap ngopi sendirian, tapi di masa sekarang ini ngopi lebih enak bersama ‘teman ngopi’. …


Segala yang instan belum tentu baik. Oleh karena itu, kopi instan seringnya tak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Image for post
Image for post

MASYARAKAT Indonesia (dan juga dunia) masih banyak yang mengonsumsi kopi instan dikarenakan efisiensi waktu dan juga rasanya yang (katanya) enak. Kopi instan muncul pada first wave era ketika pada masa itu industri kopi sedang tergila-gila dengan sesuatu yang praktis dan mudah.

Juga pada masa itu masih berkecamuk Perang Dunia sehingga kelahiran kopi instan disambut sangat baik oleh para tentara yang membutuhkan konsumsi kafein di medan perang. Kopi instan menjadi idola pada masanya dan masih menjadi salah satu kopi yang banyak dikonsumsi.

Image for post
Image for post

Tapi tahukah kamu kopi instan bukanlah kopi yang baik untuk dikonsumsi secara terus menerus? Jika kamu belum tahu alasan untuk tidak mengonsumsi kopi instan, berikut kami paparkan untuk kamu semua. …


Kita tak tahu kapan pandemi ini benar-benar usai. Yang kita tahu bagaimana membuat diri ini nyaman, aman dan berkecukupan dalam keterbatasan.

SAYA sudah tiga bulan tidak minum kopi di kedai kopi. Sebuah kegiatan yang tiga bulan lalu saya pikir akan membuat saya kehilangan. Untuk saya keberadaan kedai kopi begitu penting. Tak hanya perihal minum dan pulang.

Tapi sebagai ruang menyenangkan tempat berinteraksi dengan manusia. Tempat merileksasi diri dari segala penat. Tempat mencuri inspirasi yang datang dari deru mesin, ceracau manusia di meja lain atau tanaman di sudut kedai.

Ternyata, pandemi memaksa saya untuk ‘bercerai’ dengan kedai-kedai kopi meski dua minggu terakhir beberapa kedai kopi di kota saya mulai beroperasi kembali dan mempersilakan pengunjung untuk duduk di kedai.


Kalau pengin kurus tanpa harus mengeluarkan duit banyak… minum saja kopi!

Image for post
Image for post

KIRA-kira kesimpulannya seperti itu, dan saya tidak sedang berkampanye walaupun kalimat di atas kesannya “iklan sekali”. Lol. Semua peminum kopi harusnya sudah tahu jika kopi mengandung kafein yang sekaligus merupakan zat psikoaktif paling banyak dikonsumsi di dunia.

Kopi, jika dibuat dengan benar bisa memberikan segudang kebaikan untuk tubuh. Mulai dari menyehatkan jantung sampai membuat peminumnya lebih berbahagia. Namun, ternyata masih ada lagi keuntungan lain yang bisa didapatkan dengan meminum kopi: membuat kurus.

Bagi sebagian peminum kopi, barangkali anggapan ini sudah pernah didengar sebelumnya. Namun jika ditanya ‘kenapa? Kok bisa?’,

About

Sammdaily

A Husband, Tech Enthusiast, Fulltime Learners . Work at Agendakota Networks @dailyhotels.id | @agendakota Business : halo@agendakota.id

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store