Gila Bersama Wiro Sableng 212

Samsir
Samsir
Sep 1, 2018 · 3 min read

Pertama banget nonton film reborn atau film yang dulunya series dan sekarang dijadiin the movie adalah Warkop DKI Reborn, setelah itu industri film diramaikan dengan kemunculan film-film jadul yang didaur ulang sehingga menjadi kemasan film yang kekinian dengan pemeran, artis-artis dan efek computer yang lebih nyata seperti kemarin saya dan ibu dibuat sableng nonton orang yang dari dulu sableng sampai akhirnya sekarang dibuat reborn masih tetap sableng.

Wiro Sableng kali ini tak hanya menyajikan efek keren CGI, seperti film-film reborn lainnya, saya termasuk seisi studio pasti bernostalgia bersama mengingat, menerka satu-persatu tokoh yang dulu menghiasi hari-hari bocah saya, maka bukan hal yang wajib kalau saya harus menceritakan jalan cerita dan tokohnya satu-persatu pada postingan kali ini, selain yang menonton satu angkatan 90an maka hal lain bahwa spoiler itu ngga baik untuk generasi jaman now.

Hadirnya nama besar production house 20th Century Fox membuat saya bertanya, apakah soal efek CGI dipegang langsung oleh pihak produsen film Hollywood tersebut 100%? Ternyata sama sekali 20th Century Fox ngga memegang kendali atas efek CGI yang secara epic ditampilkan dalam film Wiro Sableng 212, tapi tangan-tangan anak muda asli Indonesia yang kerja keras menampilkan efek keren dalam film Wiro Sableng 212. Jadi dalam hal ini, LifeLike hanya bekerja sama dengan 20th Century Fox soal pendistribusian.

Balik lagi, kalau ingat dulu ketika nonton seri Wiro Sableng yang paling saya ingat hanya si pemeran utama ya si Wiro Sableng nya saja, karena saya fikir semua tokoh penjahat pasti akan mati meski jagoan harus kalah dahulu tapi tetap di ending film jagoan bakal menang, tapi di Wiro Sableng terbarukan ini selain Wiro Sableng sang jagoan, musuh utama seperguruan adalah seorang Yayan Ruhyan yang jauh sudah main dilayar kaca Hollywood sebelum produksi film Hollywood 20th Century Fox bekerja sama dengan Wiro Sableng, maka atas dasar hal itu sekarang penjahat membuat saya tertarik karena ngga lepas dari track record seorang penjahat itu sendiri meskipun pada akhirnya penjahat akan mati.

Bagian lain yang pasti membuat semua penonton Wiro Sableng bernostalgia syahdu adalah saat-saat dimana Wiro Sableng jaman now bertemu dengan Wiro Sableng jaman old dan hanya dibagian itu saya mendengar original soundtrack Wiro Sableng yang benar-benar iconic tapi hanya sepenggal intro ngga sampai vokalis nyanyi. Saya yang nonton bereaksi seperti nonton Warkop DKI Reborn saat Indro bertemu Indro Warkop Asli ya seperti itu.

Film ini meski 70% action tapi proporsi pembagian seperti komedi drama bahkan romansa tetap terasa dalam balutan kolosal, manalagi kebetulan saya nonton sama ibu, ibu kalau sudah tertawa meski adegan sudah masuk perkelahian masih saja tertawa karena memang kalau ngga begitu saya rasa Angga Dwimas Sasongko gagal mempersembahkan keorisinalitasan Wiro Sableng, karena selain tegang dalam pertempuran penonton juga harus tertawa dalam kesablengan.

Penghargaan setinggi-tingginya untuk para pemain belakang layar Wiro Sableng 212, Angga Dwimas Sasongko, Sheila Timothy, Seno Gumira Ajidamara, telah sukses dan berhasil secara epic dan tegas mempersembahkan kekangenan pahlawan kami terkhusus angkatan 90an yang rindu pahlawan super versi lokal. Thumbs up 👍🏽

Wiro Sableng 212 2018
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade