Ubrug Kids Jaman Now

Ubrug adalah kesenian tradisional khas Banten yang saat ini mulai dilupakan oleh masyarakat umum. SMAN 2 Pandeglang berusaha melestarikan kesenian ini dengan melakukan beberapa pentas di acara-acara tertentu dan juga mengedukasi siswa sendiri melalui mata pelajaran Seni. Selain kesenian Ubrug, SMAN 2 Pandeglang khususnya ekstrakurikuler Sentra dan Teater Agata mampu menampilkan penampilan seni lainnya seperti, Longser, Teater, Paduan Suara, Rampak Bedug, dan Alat musik sunda. Tak jarang SMAN 2 Pandeglang menjuarai perlombaan seni hinga ke tingkat nasional.

Kemarin, tepatnya 26 September 2017 saya berkesempatan melihat langsung aksi teman-teman dari SAMAKTA begitu biasa disebut sekolah SMAN 2 Pandeglang. Saya sendiri belum mengenal jauh tentang kesenian Ubrug, dulunya sih saya sangat ingin ikut teater tapi berhubung dulu (masa SMP) disekolah ngga ada ekstrakulikuler teater maka ya apaboleh buat keinginan untuk menjadi seorang dramawan terkubur.

Selama menyaksikan penampilan Ubrug SAMAKTA ngga henti-hentinya saya dan yang lain pasti juga terhibur, rasanya bibir, lalu bagian mulut seutuhnya dibuat kram akibat penampilan energik para pemain Ubrug SAMAKTA yang membuat saya sendiri padahal yang seharusnya fokus ambil gambar malah ikut tertawa juga, alhasil gambar saya pun beberapa goyang. Dengan kemasan mengangkat cerita rakyat yang dulu populer namun sekarang terpendam, “Romantika Rhama Shinta” berhasil membuat bibir dower dan gigi kering audience seluruhnya yang dipentaskan tepat dilapangan depan Panggung SAMAKTA.

Ubrug yang ditampilkan dengan kemasan kekinian ini pun akhirnya ngga habis dimakan waktu karena seperti yang kita saksikan diatas para pemainnya pun anak-anak generasi jaman sekarang yang berbeda dengan anak-anak diluar lingkungan SAMAKTA, teman-teman dari SAMAKTA benar-benar menjunjung tinggi kultur dan budaya masa lampau jadi ketika mereka mementaskan suatu cerita masa lalu kemudian dibaurkan dengan pementasanUbrug pesan moral dan semangat edukasi bisa tersirat dan terserap pada anak-anak jaman sekarang.

Hingga kini belum ada catatan resmi tentang pencipta dan tahun awal kemunculan kesenian ubrug di Banten. Namun menurut Tisna Sopandi (bulletin Kebudayaan Jawa Barat ‘Kawit’ No 22 tahun 1980), kesenian rakyat ini sudah ada di Banten sebelum tahun 1918. Hal ini dibuktikan adanya pengakuan pimpinan Topeng Banjet (Bang Jiun) yang menyatakan, sebelum 1918 kesenian yang dipimpinnya berasal dari ubrug.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.