Ada

Ada?

Semudah apa itu menciptakan?

Bermula dari tulisan ini

dua ketukan telunjuk di tetikus

diantara ikatan waktu tertentu

mampu membuka sebuah layar baru

dari situ tercipta sesuatu

Tapi, bukan, sepertinya

karena sebelumnya aku masih terbingkai dalam

“bagaimana memulai dari apa yang aku dapatkan selama ini?”

Ada, karena ada dan bukan karena tidak ada

Menciptakan menjadikan ada,

Bukan artinya mengisi yang tidak ada bukan?

Semudah itu.

Mungkin aku akan ditantang oleh kalian

Yang sukses terformasi dalam lekukan dan tonjolan dunia fana

Dunia yang fana dan bertata karma

Ayo! Ciptakan, sekarang juga!

Beraninya kau! Manusia kecil di tengah lautan semesta!

Debu angin di tengah gejolak kosmik nebula!

Aku, sadar.

Aku sendiri menciptakan kesadaranku.

Awareness, sebuah kata yang ditakutkan

Dalam sistem intelejensi buatan

Yang ditakutkan tercipta.

Apa yang ditakutkan?

Dunia akan menjadi kuasa layaknya Skynet di sains fiksi itu?

Dan manusia menjadi tidak kuasa karena apa yang dia ciptakan?

Aku sungguh ingin tertawa

Tapi rasanya tawa yang melayang ini tidak nikmat

Sesuai dengan kesadaranku tentang arti nikmat

Ayolah, aku tidak perlu membujukmu

Aku tidak mengajakmu,

Aku hanya ingin menegur

Layaknya mengetuk telunjuk di tetikus

Aku hanya ingin tertawa melayang bersama, setidaknya

Ada?

Pertama, aku ingin berterimakasih kepada bigbang

Setidaknya dia ada

Lewat gejolak energi

Aku lebih suka menamai energi sebagai tanda tanya

Yang akan terus bergerak mencari jawaban

tanpa mengenal ujung dan kungkungan waktu

Kedua, aku ingin berterima kasih kepada supernova

Setidaknya dia mengarahkan tanda tanya itu

Dengan cara yang supermasiv, meledak kembali

kalut pada kebuntuan yang sendirinya tercipta

Menjadi awal pendar dan percikan mengasyikan

Mewujudkan titik mula dan lekukan dikemudian garis waktu

Yang entah dengan hitungan probabilitas

Oleh manusia atau komputasi super buatannya

Memunculkan sup primordial.

Sup Prim-Ordi-Al

Ketidakteraturan — Pertama — yang memunculkan — keteraturan

Membentuk gabungan tanda tanya yang sama sama senasib

Bekerjasama menemukan yang lain

Disini, kawan.

Aku mencari kawan tanda tanyaku

Tidakkah mengasyikkan?

Ketiga, aku berterimakasih kepada otak ku

Yang mampu mewujudkan arti kesadaran

Dan mampu mengulang kembali makna dari apa yang dia cari sebelumnya

Tanda tanya.

Kembali pada awalmula tulisan ini

Urutan keteraturan dan ketidakteraturan itu menggelitikku

Bagaimana meniadakan yang ada?

Kosong?

Bukan, artinya masih berbanding pada isi

Gelap?

Bukan, artinya masih berbanding pada cahaya

Bagaimana meniadakan yang ada?

Tanda tanya ini terus menggelitik, kadang terlalu dalam

Bagaimana bisa semua ini hanya terjadi di dalam otak

Pada seseorang yang sedang menggunakan celana pendek merah

Di kamar kos 3x3 meter nya?

Tidakkah ini terlalu muluk?

Disini aku berharap kesadaranku tidak terlalu jauh membawa ragaku

Karena kungkungan materi dan waktu ini sangat menggoyahkan

Aku takut, tanpa kawan

Aku takut

Aku takut tanda tanya itu kalut lagi

Menjadi ledakan baru yang entah

Bukan yang sekarang ini lagi

Yang kini aku sadari, dengan susah payah.

TolonAda?

Semudah apa itu menciptakan?

Bermula dari tulisan ini

dua ketukan telunjuk di tetikus

diantara ikatan waktu tertentu

mampu membuka sebuah layar baru

dari situ tercipta sesuatu

Tapi, bukan, sepertinya

karena sebelumnya aku masih terbingkai dalam

“bagaimana memulai dari apa yang aku dapatkan selama ini?”

Ada, karena ada dan bukan karena tidak ada

Menciptakan menjadikan ada,

Bukan artinya mengisi yang tidak ada bukan?

Semudah itu.

Mungkin aku akan ditantang oleh kalian

Yang sukses terformasi dalam lekukan dan tonjolan dunia fana

Dunia yang fana dan bertata karma

Ayo! Ciptakan, sekarang juga!

Beraninya kau! Manusia kecil di tengah lautan semesta!

Debu angin di tengah gejolak kosmik nebula!

Aku, sadar.

Aku sendiri menciptakan kesadaranku.

Awareness, sebuah kata yang ditakutkan

Dalam sistem intelejensi buatan

Yang ditakutkan tercipta.

Apa yang ditakutkan?

Dunia akan menjadi kuasa layaknya Skynet di sains fiksi itu?

Dan manusia menjadi tidak kuasa karena apa yang dia ciptakan?

Aku sungguh ingin tertawa

Tapi rasanya tawa yang melayang ini tidak nikmat

Sesuai dengan kesadaranku tentang arti nikmat

Ayolah, aku tidak perlu membujukmu

Aku tidak mengajakmu,

Aku hanya ingin menegur

Layaknya mengetuk telunjuk di tetikus

Aku hanya ingin tertawa melayang bersama, setidaknya

Ada?

Pertama, aku ingin berterimakasih kepada bigbang

Setidaknya dia ada

Lewat gejolak energi

Aku lebih suka menamai energi sebagai tanda tanya

Yang akan terus bergerak mencari jawaban

tanpa mengenal ujung dan kungkungan waktu

Kedua, aku ingin berterima kasih kepada supernova

Setidaknya dia mengarahkan tanda tanya itu

Dengan cara yang supermasiv, meledak kembali

kalut pada kebuntuan yang sendirinya tercipta

Menjadi awal pendar dan percikan mengasyikan

Mewujudkan titik mula dan lekukan dikemudian garis waktu

Yang entah dengan hitungan probabilitas

Oleh manusia atau komputasi super buatannya

Memunculkan sup primordial.

Sup Prim-Ordi-Al

Ketidakteraturan — Pertama — yang memunculkan — keteraturan

Membentuk gabungan tanda tanya yang sama sama senasib

Bekerjasama menemukan yang lain

Disini, kawan.

Aku mencari kawan tanda tanyaku

Tidakkah mengasyikkan?

Ketiga, aku berterimakasih kepada otak ku

Yang mampu mewujudkan arti kesadaran

Dan mampu mengulang kembali makna dari apa yang dia cari sebelumnya

Tanda tanya.

Kembali pada awalmula tulisan ini

Urutan keteraturan dan ketidakteraturan itu menggelitikku

Bagaimana meniadakan yang ada?

Kosong?

Bukan, artinya masih berbanding pada isi

Gelap?

Bukan, artinya masih berbanding pada cahaya

Bagaimana meniadakan yang ada?

Tanda tanya ini terus menggelitik, kadang terlalu dalam

Bagaimana bisa semua ini hanya terjadi di dalam otak

Pada seseorang yang sedang menggunakan celana pendek merah

Di kamar kos 3x3 meter nya?

Tidakkah ini terlalu muluk?

Disini aku berharap kesadaranku tidak terlalu jauh membawa ragaku

Karena kungkungan materi dan waktu ini sangat menggoyahkan

Aku takut, tanpa kawan

Aku takut

Aku takut tanda tanya itu kalut lagi

Menjadi ledakan baru yang entah

Bukan yang sekarang ini lagi

Yang kini aku sadari, dengan susah payah.

Tolong

Kawan, temani aku

Menemukanmu.