Sign in

CreativePreneur, Wordpress Enthusiast | Menulis, menggambar, berkarya!
Image by Anthony Choren

Sebenarnya di bulan Agustus kemarin, saya sudah menemukan beberapa niche baru yang hendak dikerjakan. Sudah saya breakdown dengan cukup detail: jumlah pencarian per bulan, pesaing terkuat, peluang masuk, backlink kompetitor, dll.

Komplet! bahkan termasuk rencana konten sudah disiapkan, apa saja yang harus diproduksi.

Tapi karena beberapa hal, baru malam ini (29–09–2020) saya mulai lagi perjalanan baru pembuatan website jualan — di niche yang berbeda tentunya.

Kenapa harus bikin baru? kata guru saya:

Kalau sudah berhasil di satu niche, jangan berpuas diri. Gali lagi peluang dan potensi yang lain.


blog, penayangan blog, ilustrasi blogger
blog, penayangan blog, ilustrasi blogger
Ilustrasi (Nick Morrison — unsplash.com)

Apa istimewanya blog dengan 1juta penayangan? Tidak ada. 😌

Di luar sana banyak sekali blognya yang sudah jutaan atau bahkan belasan juta penayangan per bulan. It’s okay.

Lagipula ini bukan soal balapan. Ini tentang pencapaian saya pribadi — lomba saya pribadi yang hadiahnya juga apresiasi untuk saya pribadi.

Hingga tulisan ini tayang, saya sudah membuat belasan blog — atau mungkin puluhan. Dari yang pakai platform gratisan: blogspot & wordpress, hingga pakai hosting berbayar dan berdomain dot.com.

Dari yang tujuannya sekedar sharing, seperti sangpena.com & 100kata.com hingga beberapa website jualan yang bertujuan cari untung.

Dari sekian banyak, hanya beberapa glintir yang…


Alhamdulillah, akhirnya sampai juga catatan perjalanan ini di bagian ketiga. Bagian yang akan saya jadikan penutup — biar gk banyak sambungannya lagi. Wkwk. 😆

Sebagaimana catatan di part I dan part II, jurnal ketiga ini kemungkinan hanya melanjutkan, memenuhi janji dan menutup dengan sedikit tambahan informasi. 👂

Yuk!

Janji saya di bagian akhir part II kemarin, jurnal ketiga akan saya update kalau sudah gajian adsense ya. Nah, alhamdulillah THR saya sebagai manusia WFH di lebaran kemarin diberi sama mbah Google. 😅

Nominalnya tidak terlalu besar, tapi jauh lebih besar daripada gajian adsense saya yang pertama pada tahun 2016. …


Sebagaimana janji saya di akhir postingan part I dua bulan lalu, tulisan ini akan menjadi lanjutan jurnal seputar membuat marketplace sendiri dengan target luar negeri.

Di part I saya sedikit banyak sudah menceritakan bahwa proses pembuatan web woocommerce ini aslinya tidak direncanakan dengan matang, karena spontan hanya dalam hitungan hari bahkan hitungan jam: beli domain & hosting — develop — online.

Meskipun spontan, bukan berarti tidak diseriusi untuk orientasi menghasilkan ya, di postingan ke dua ini saya akan menceritakan progress dan hasil recehannya setelah dua bulan berjalan.

Strategi monetize

Sejauh ini ada tiga yang sudah saya pakai: Google Adsense, premium produk (berbayar)…


Hari ini lagi-lagi salah satu seniman musik terbaik Indonesia berpulang. Didik Prasetyo atau lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot meninggal pagi ini di RS Kasih Ibu Solo.

Tidak semua orang mengikuti karya beliau sejak masih mengawali karir, tapi nyaris semua orang di Indonesia saat ini akan tau jika disebutkan nama beliau.

Sebagai anak “90an” yang lahir di desa pesisir bengawan solo, masa kecil saya sedikit banyak dihiasi lagu-lagu beliau, semacam “backsound” yang diputar rutin di radio-radio, dari rumah ke rumah, di acara-acara hajatan, jauh sebelum lagu dangdut dominan sebagaimana sekarang.

Banyak lagu lawas yang masih membekas, meskipun tidak semuanya…


Ini adalah catatan ringan saja sebenarnya. Catatan yang harapan saya ketika saya nanti bisa mendapatkan hasil dari eksperimen ini, ada bukti ke temen-temen pembaca semuanya: saya juga memulainya dari nol lho, modal tidak terlalu besar dan skill yang juga pas-pasan dalam soal bikin web.

Jadi, mohon dibacanya pelan-pelan saja, gk usah buru-buru biar bisa meresapi 😉

Yuk, cekidot!

Kenapa sih harus bikin marketplace sendiri?

Pertama, saya perlu cerita dulu gimana prosesnya sampai ketemu ide ini.

Tanggal bersejarah: 6 Januari 2020. 😆

Jadi ceritanya…

Lagi “jalan-jalan” di Pinterest, secara tidak sengaja saya ketemu niche khusus yang sepertinya (menurut saya pribadi) belum…


Etsy barangkali bukan marketplace yang populer dan familiar. Selain karena memang dicap tempat jualan barang-barang digital bajakan, ETSY juga cukup ketat untuk Seller baru.

Beberapa minggu atau bulan terakhir ini banyak sekali Seller yang tumbang dan kena de-activated akunnya, padahal itu Seller lama — apalagi yang baru dan coba-coba ingin mengadu peruntungan, harus siap-siap :D

Bisa jadi akun kamu tidak bertahan lama jika tidak membaca cara main di Etsy :)

Terlepas susahnya jualan di Etsy, dan stigma negatif tentang marketplace barang bajakan. Saya mau sedikit cerita saja.

Kenapa gak ditulis di sangpena.com?

@sangpena

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store