Minimnya apresiasi untuk musisi kota Solo saat Suaserima rilis album.

Sedikit mungkin yang memperhatikan atau mengetahui akan kancah musik independen di kota Solo, banyak musisi atau talenta baru kota sendiri selalu bersaing berkarya dan membuat pergerakan berarti, namun memang pada kenyataannya mayoritas pendengar dalam kota sendiri masih terlanjur lebih nyaman pada musisi kota besar yang sedang naik daun.

Tidak jarang musisi kota sendiri kurang dimanusiakan dan di pandang sebelah mata pada tiap pertunjukan, bila mau menggali geliatnya cukup menarik dengan band yang muncul dan tumbuh di kota Solo. Salah satunya adalah band bernama Suaserima.

Suaserima terbentuk pada 2012 dan saat ini beranggotakan Raden Silva (vokal), Dominico Bertho (gitar, vokal), Eru Ahmadia (gitar), dan Galih Danuwendo (bass).

Memulai proses merekam album penuh tahun 2016 – 2017 dan menghadirkan terlebih dahulu single pertama “Memorabillia” pada juni 2017. Kemudian, pada bulan september 2018 merilis debut album “Kilas Masa”. Terdapat sepuluh lagu di dalam album ini dan sekarang sudah bisa dinikmati melalui berbagai platform digital seperti Spotify, Deezer, iTunes dan sebagainya.

Tema yang diangkat dalam karya mereka bercerita seputar kehidupan sehari-hari, pengalaman pribadi, dan lingkungan sekitar. Secara musikal Suaserima memainkan musik yang eksploratif, di mana ada unsur eksperimental hingga bermain-main dengan ambient. Alternatif pop-rock akhirnya menjadi identitas yang mereka rasa paling nyaman untuk menjabarkan seperti apa musik Suaserima. Dan sepertinya musik Suaserima di album ini nampaknya terinfluen dari musik-musik ala Dorena, Of Monsters and Men dan lain-lain.