Monster di Dalam Lemariku

Namaku Rana. Aku tinggal di sebuah panti asuhan. Kamarku bisa kautemui diujung lorong. Kau akan menemukanku berbagi kamar dengan lima orang anak lainnya. Sudah lama aku merasa janggal dengan kamar ini. Ah bukan. Bukan kamarnya. Tapi lemari kayu besar disebrang kamar tidurku. Aku selalu merasa ada yang mengawasiku akhir-akhir ini.

“Bu, didalam lemariku ada monster!”kataku suatu hari pada bu Retno, pemilik panti asuhan ini.

“Tidak ada apa-apa kok sayang,” katanya lembut sambil membuka pintu lemari itu lebar, “itu namanya imajinasi. Hanya terjadi dalam khayalanmu. Sekarang tidur ya.”

Aku hanya bisa mengangguk. Tidak menyanggah dengan tapi-tapi. Kemudian kuberbisik pada teman-teman dikamarku satu persatu. “Di lemari itu ada monster” kataku.

Anak lain juga tidak ada yang peduli. Aku yakin ada monster disana. Itu monster! bukan pintu masuk menuju Narnia, yang juga khayalan katanya, seperti cerita yang diceritakan bu Retno.

Akhirnya ada yang percaya pada kisahku. Ia adalah pengasuh kami yang baru, ia juga guru kami di panti asuhan ini. Akhirnya ada yang mengerti bahwa lemari besar itu berisi monster yang selalu mengawasiku setiap malam. Ia paling rajin mendengar ceritaku yang kata orang hanya bualan. Matanya membelalak, kadang ia bergidik ngeri, dan akhirnya memelukku. “Ayo kita lawan monster itu” katanya suatu hari.

Pengasuhku itu kadang menemaniku tidur dikasur kamarku karena ia tahu aku tidak pernah tidur nyenyak selagi bayangan monster itu mengintipku. Kami merencanakan banyak strategi untuk mengusir monster itu. Tapi tetap saja, setiap pengasuh itu tidak menemani tidurku. Monster itu kembali mengawasiku.

Aha! Kenapa tidak terpikir dari dulu? Aku hanya perlu tidur ditemani oleh pengasuhku. Dan kau tahu? Itu ampuh. Aku tidak pernah melihat lagi monster itu mengintipku. Kini, meski pengasuhku telah pergi, selama ada fotonya kupajang di meja samping tempat tidurku. Monster itu tidak pernah ada lagi.

Tahukah kau? Baru saja Diana menemuiku dan berkata bahwa ada monster di kolong tempat tidurnya. Sebaiknya kutemani dia tidur. Monster itu tidak akan berani selama siapapun tidak sendiri. “Selama hati kita tidak sepi.” Kata pengasuhku.


5 September 2015

Sometimes what scare us is loneliness.


Originally published at sarafiza.blogspot.co.id on May 6, 2016.