Sarah Astro
Sep 8, 2018 · 2 min read

AYAH

Katanya sajadah hanya milik ibu

Yang menghiasi langit sepertiga malam dengan doa

Katanya Ayah hanya bekerja

Lalu lupa kalau anaknya menunggu pelukan

Lalu tak peduli kalau anaknya akan ujian

Hanya memberi uang jajan yang kalau kurang ada transfer susulan

Katanya Ayah hanya sering dilupakan meminta restu ketika ingin mencapai sesuatu

Lalu hanya Ibu yang perlu dimintai doa ini itu

Ayah juga sering lupa dimintai restu walau hanya akan pergi ujian remedial dari guru

Nyatanya Ayah yang paling sedih saat kita pergi dari rumah

Untuk lanjut sekolah atau anaknya yang hendak menikah

Nyatanya Ayah yang paling menangis saat anaknya pergi

Entah mati atau pergi ke lain negeri

Ayah juga peduli dengan mencoba memasak untuk kita

Menguncir rambut kita saat hendak pergi sekolah

Atau memilihkan sepatu olahraga yang paling keren untuk pertandingan futsal sekolah

Ayah mencoba membuat rumah bahagia juga

Namun ketika menangis yang keluar dari mulut kita justru hanya Ibu

Ayah tak pernah mengeluh lelah

Namun kita yang banyak menuntut dengan mudah

Ayah juga memiliki jalan untuk kita ke Surga

Ayah juga berdoa untuk kita

Dan mungkin yang mengajak Ibu

Sama sama membuat sajadah basah

Dan tasbih serta doa melangit menyatu

Semoga setiap langkah kita tidak membuat Ayah di akhirat kelak celaka

Bandung, 8 September 2018

Untuk Ayah yang tak pernah lelah,

S.A

Written by

bekerja adalah untuk menabur manfaat, bukan untuk dilihat.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade