23

Photo by gdtography on Unsplash

Nobody likes you when you’re 23”. Mengutip potongan lagu Blink 182, dan sadar betapa cepat waktu berlalu. Dua puluh dua tahun gue akan segera berakhir selepas malam ini.

Menoleh sejenak dan melihat ke belakang bahwa pada akhirnya semua akan baik-baik saja. Kekhawatiran yang pernah gue rasain di saat dulu ternyata toh akan terlewati juga. Ya nggak sih? Kalo kata temen gue: Biasanya kita di masa depan bilang “ternyata begitu doang ya?” ke setiap persoalan (Riza FK).

Dua puluh dua tahun belakangan kalo dilihat-lihat kayak fase kehidupan yang distinct kalo dibandingin sama tahun-tahun mendatang. Dan ternyata kalo dipikir-pikir emang setelah gue 23 tahun gue udah resmi jadi orang yang merdeka, bebas menentukan arah hidup dan nggak bergantung pada keluarga soal finansial.

By the way, entah kenapa setiap malam pergantian usia gue selalu refleksi diri gue ke belakang dan mengingat-ngingat apa aja yang sudah gue lakuin selama ini. Dan ternyata bakal banyak banget hal-hal yang bisa kita syukuri dari perjalanan setahun terakhir. Tapi semuanya nggak ada yang sempurna, masih banyak kesalahan-kesalahan yang banyak diperbuat, ya maklum sih, manusia tempatnya salah.

Overall, gue bersyukur banget masih bisa ngerasain hidup ampe mau 23 tahun ini. Yang jelas gue masih di sini, masih mencari apa yang sebenernya gue pengenin dalam hidup ini. Surely it is gonna be a tough job ahead.

Bontang,

10.29 PM