Kehilangan.

Apa yang kau ketahui perihal kehilangan? Adakah deru napas yang kau sulam dengan berduka sepanjang malam? Adakah ia menjadi sebuah pertanda bahwa kejutan-Nya segera datang? Atau adakah kehilangan membuatmu jatuh dan terbang dalam waktu yang bersamaan?


Mungkin kita takkan pernah mampu menggenggam apa-apa yang sejatinya menjadi sudah; dalam sebuah pelukan maupun dalam sebuah kehilangan. Manusia dan segala problematika yang ada, serupa warna yang Allah lukiskan untuk menjadi apa-apa yang sudah seharusnya ada. Tetapi duka membuat derai hujan yang panjang di mata manusia, membuat mereka sulit melihat pun menerka; keindahan di balik warna paling malam.


Luka tak seharusnya ada dalam pelukan, jika saja keikhlasan menjadi mahkota — bukan amarah yang membabi buta. tetapi, pelukan tak akan melahirkan makna, Jika luka tak hadir diantaranya. Dan segala yang sudah, hanya akan menjadi ingatan yang terlupa, tanpa menjadikan kita apa-apa.


Barangkali, kita tak pernah mampu menahan kepergian, tetapi bukan berarti kita tak mampu mencari makna dibalik setiap kehilangan. Baik- buruknya segala yang tiba, langkah kitalah yang menentukan.

Like what you read? Give Satria Utama a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.