Paldi/lalu
Sep 4, 2018 · 2 min read

13 Agustus 2018

Perkenalan(?)

Aku paldi, atau setidaknya begitu orang orang yang mengaku dekat dengan ku memanggil namaku. Aku saat ini sedang menjalani pendidikan di salah satu universitas swasta yg cukup ternama di ibukota provinsi Kalimantan Timur. Saat ini aku memasuki Semester tua, atau yang biasa disebut oleh anak muda zaman ini dengan sebutan fase mahasiswa abadi, mengapa? Yaaa… karena studiku sendiri pun tertunda dua semester dan saat ini berada diujung tanduk. Selain disibukkan dengan urusan perkuliahan, Sehari hari aku juga aktif sebagai salah satu pendamping dari sebuah ekskul kesenian disebuah sekolah negeri di kota ku tercinta ini

Okeh, sekarang kembali ke topik utama curahan hatiku kali ini.

Jujur saja, saat ini aku sedang gelisah ketika melihat sebagai teman teman dan rekan sejawat ku sudah mulai mengenakan toga mereka masing masing. sementara aku? Bahkan, Untuk praktek kerja lapangan pun belum sempat tersentuh oleh imajinasiku. Ya bukannya aku malas untuk serius menjalani studiku, namun karena kondisi latar belakang ekonomi pribadi ku yang kurang kuat sempat menggoyahkan niatan ku untuk tetap berada di jalur yang “serius”.

Ya memang sempat terbersit rasa iri kepada beberapa saudaraku yang kupikir lebih beruntung dari sesi ekonomi. dan juga aku khawatir dengan paradigma yang berkembang saat ini bahwa gelar di belakang nama itu yang akan menentukan jenis pekerjaan, kelas dan strata sosial yang akan dimiliki seseorang dan itu akan berpengaruh kepada sektor kehidupan personal dia yang lain

Beberapa kali aku sempat membayangkan andaikan saja aku berada di posisi yang tidak harus memikirkan masalah ekonomi, pasti akan bahagia sekali. Namun lagi lagi, bayang bayang itu selalu berhenti di kalimat kesimpulan “yaa sudah, mau diapakan lagi?”

Belum lagi perihal wanita di zaman ku yang mayoritas hanya berfikir bahwa gelar di belakang nama itu sangat keren. belum lagi jika sudah mendapatkan gelar, akan lebih mudah mencari sumber ekonomi yang pada akhirnya akan menjadi patokan strata sosial

Aduuhh… kenapa ketika makin dipikirkan malah makin membuat kepikiran

Paldi/lalu

Written by

aku hanyalah sisa cahaya dalam gelap