#KitaUntukLambanapu: Merajut Asa di Lambanapu

Satupadu Indonesia
Nov 3 · 4 min read

Terletak di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Sungai Lambanapu memendam potensi kekayaan alam yang sangat besar. Ironisnya, dibalik potensi alam yang melimpah ternyata masih terdapat anak-anak di Desa Lambanapu yang masih harus berjuang menerjang derasnya air sungai untuk dapat pergi ke sekolah. Di tengah kondisi yang memprihatinkan ini, semangat mereka tak kandas begitu saja. Hari demi hari mereka lalui untuk terus mengejar mimpi, dengan harapan dapat merajut hidup yang lebih baik lagi.

Anak di Desa Lambanapu

Perjalanan yang Tak Mudah

Kehidupan anak-anak di desa Lambanapu dimulai jauh sebelum sang surya menunjukkan kemegahannya. Sejak pagi buta, mereka telah sibuk membantu orang tuanya untuk mencari nafkah. Ada yang pergi berkebun, ada yang pergi ke ladang, ada pula yang membantu orang tuanya berjualan di pasar. Seakan telah menjadi rutinitas, seluruh tanggung jawab tersebut mereka kerjakan sebelum meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah.

Usai membantu orang tuanya bekerja, tak elak membebaskan mereka dari tantangan lainnya. Kondisi sekolah yang berada di seberang desa membuat perjalanan mereka setiap harinya menuju sekolah menjadi tak mudah. Butuh keberanian besar bagi mereka yang usianya belum seberapa untuk dapat mengarungi perbukitan, melewati lembah, serta menyebrangi sungai yang deras. Melawan rasa takutnya, mereka harus mengangkat seragam dan peralatan sekolahnya guna menerobos derasnya aliran sungai. Sesampainya di hulu, barulah mereka berganti seragam, lalu bergegas melewati ladang untuk kembali pergi menuju sekolahnya.

Rutinitas anak-anak ini tentunya sangat berbahaya. Pernah suatu kali, seseorang terbunuh karena diterkam buaya. Tak hanya itu, nasib mereka terpaksa bergantung pada kondisi cuaca. Apabila hujan dan banjir tiba, mereka tidak bisa bersekolah karena terhalangi aliran air Sungai Lambanapu yang meluap. Mirisnya lagi, apabila hujan terjadi pada saat jam sekolah, mereka terpaksa harus dipulangkan lebih awal atau bahkan menginap di rumah warga sekitar.

Perjuangan anak Desa Lambanapu untuk datang ke sekolah.

Secercah Asa di Lambanapu

Terlepas dari berbagai rintangan yang harus dihadapi anak-anak di Desa Lambanapu untuk dapat tetap bersekolah, kondisi ini tidak memudarkan cita-cita mereka untuk mengejar mimpi dan membanggakan orang tuanya. Selama perjalanan, senyum dan raut wajah tulus anak-anak itu tak sedikit pun memancarkan keluhan walau perjuangan harus mereka kerahkan agar dapat menempuh pendidikan setiap harinya. Dari kejauhan canda tawa anak-anak ini kerap terdengar. Tak jarang pula, mereka menyanyikan lagu nasional yang diajarkan oleh guru di sekolah.

Proses pembangunan jembatan gantung di Lambanapu.

Jembatan Gantung Untuk Lambanapu

Semangat anak-anak di Desa Lambanapu lah yang memotivasi kami untuk menginisiasi pembangunan suatu jembatan gantung. Maksud dari inisiatif ini yaitu agar jembatan gantung tersebut dapat dipakai oleh anak-anak untuk menyebrang menuju sekolah. Selain itu, pembangunan jembatan gantung ini juga dimaksudkan untuk membantu akses masyarakat sekitar sebagai bentang penghubung antara Kampung Tenau dan Kampung Marada yang dibatasi oleh Sungai Lambanapu.

Proses pembuatan jembatan gantung ini tentunya tidak mudah. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak, tepat pada 14 Februari 2019 lalu, kami dapat menuntaskan pembuatan jembatan gantung di atas Sungai Lambanapu tersebut. Demi keberlanjutannya, jembatan ini juga telah kami titipkan secara resmi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur, agar terdapat pendanaan desa yang dialokasikan untuk membantu pemeliharaan kondisi jembatan tersebut. Jika tidak ada hambatan, Jembatan Gantung Lambanapu rencananya akan dijadikan sebagai ikon wisata baru di Waingapu. Jembatan ini dipercaya menyimbolkan arti persaudaraan dan pemersatu gotong-royong masyarakat Indonesia dengan masyarakat di Sumba Timur.

Segenap tim relawan dan penduduk setempat berkolaborasi mendukung inisiatif pembangunan.

Selain pembangunan jembatan, kami juga bekerja sama dengan beberapa komunitas untuk membantu SD Bidipraing sebagai satu-satunya sekolah dasar di daerah tersebut. Bantuan yang kami sediakan diantaranya alat-alat tulis, literatur, mainan edukatif, serta berbagai bacaan biografi figur pemimpin dan lintas profesi guna menginspirasi anak-anak di Lambanapu untuk terus bersemangat mengejar mimpinya. Senyum manis di raut muka mereka, menyiratkan asa yang selama ini telah lama terpendam di Lambanapu.

Kami yakin bahwa pendidikan selayaknya dapat dirasakan oleh semua anak Indonesia, tak terkecuali, mereka yang berada di pelosok-pelosok negeri ini. Lewat aksi #KitaUntukLampanapu ini, kami ingin mengeratkan simpul-simpul kolaborasi lainnya untuk mulai bergerak dan membantu lebih banyak pihak yang masih membutuhkan uluran tangan kita. Mari sebarkan semangat #Satupadu untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

    Written by

    To Connect, To Collaborate, To Change

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade