Sepucuk Kisah Perubahan dari Satupadu Indonesia

Satupadu Indonesia
Nov 2 · 3 min read

Be the Change You Want to See in the World

Ungkapan yang dipopulerkan oleh tokoh perdamaian dunia Mahatma Gandhi akan selalu menjadi hal yang terpatri dalam benak Nanda. Lahir dan dibesarkan di Pulau Dewata, hal ini mengajarkannya makna saling menghargai guna memberi manfaat kepada sesama. Terinspirasi oleh hal ini, Nanda pun memutuskan memulai suatu aksi nyata untuk membantu sesama agar dapat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.

Bibit kepedulian pada dirinya telah dipupuk dari bangku sekolah. Hal tersebut tercermin dari keputusan Nanda untuk mengikuti berbagai macam kegiatan organisasi atau sejenisnya dengan fokus isu sosial dan pergerakan pemuda. Namun, momen yang menjadi titik balik bagi dirinya bermula setidaknya pada tahun 2017 lalu.

Merajut Harapan di Indonesia Timur

Dua tahun lalu, ia mendapat kesempatan berharga untuk menjadi agen sosial bagi masyarakat sekitar. Nanda terpilih menjadi salah satu juri Pemilihan Duta Wisata Indonesia di Nusa Tenggara Timur, serta berkesempatan untuk berkunjung ke beberapa daerah pelosok seperti Sumba. Perjalanan ini juga memberikan banyak pengalaman baru baginya untuk semakin mendalami realita yang terjadi, khususnya di bidang sosial dan pendidikan.

Melihat kenyataan bahwa masih adanya anak sekolah dasar yang harus menempuh perjalanan jauh sepanjang 9–10 kilometer, membuat hati Nanda terenyuh. Namun, tantangan yang mereka hadapi tidak hanya berhenti disitu saja. Setiap harinya, mereka juga harus menyebrang sungai yang menjadi habitat buaya terbesar di area Sumba. Nanda tersadar bahwa aksi nyata harus dilakukan segera untuk membantu anak-anak tersebut. Oleh karena itu, Nanda mencoba memprakarsai aksi #KitaUntukLambanapu dengan tujuan membangun jembatan gantung untuk digunakan sebagai akses penyebrangan masyarakat setempat.

Merajut Simpul Kolaborasi

Perjalanan aksi Nanda diawali dengan mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mewujudkan aksi tersebut. Selama perjalanannya, tentu berbagai tantangan tak bisa dihindari. Dimulai dari hal sederhana seperti penyebaran informasi, hingga hal rumit terkait aspek legalitas dan dinamika birokrasi pemerintahan. Namun, rasa semangat mampu menjadi penerang di antara kegelisahan dan kegundahan yang dialami. Bantuan sukarela dari relawan yang datang dari berbagai daerah mampu menjadi unsur penyemangat bagi Nanda untuk mewujudkan inisiatif tersebut menjadi kenyataan.

Diiringi dengan kegigihan dan doa, akhirnya dalam waktu 6 bulan Nanda dan tim relawan berhasil mengumpulkan lebih dari 500 juta rupiah dari ribuan donatur yang tersebar dari seluruh Indonesia. Selain itu, terdapat pula beberapa pihak swasta dan LSM bersedia untuk membantu mengembangkan Dana Desa untuk membuat kehidupan dan ekonomi masyarakat setempat menjadi lebih baik. Alhasil, tepat pada Hari Kasih Sayang Sedunia tanggal 14 Februari 2019 jembatan sudah berhasil terbangun dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Waingapu.

Keberhasilan proyek ini tidak membuat Nanda tinggi hati. Sejak awal gerakan ini dikembangkan, hal pertama yang ditegaskan oleh Nanda adalah gerakan ini bukanlah tentang dirinya atau atas kepentingan golongan tertentu. Aksi ini sejatinya adalah untuk saudara-saudara setanah air yang membutuhkan. Semangat ini pula yang mendorong orang-orang di sekitarnya untuk semakin menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Dalam hal ini, segenap tim relawan berharap agar jembatan tersebut tidak hanya bermanfaat sebagai akses bagi masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjadi media penyambung harapan bagi masyarakat Desa Kiritana agar lebih optimis menyambut masa depan.

Sejuta mimpi kolaborasi lainnya masih menunggu Nanda di depan. Lewat aksi ini, Nanda pun dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki mimpi dan visi serupa untuk menginisiasi suatu wadah komunitas pergerakan bernama Satupadu Indonesia (satupadu.org) yang berfokus untuk merangkul generasi muda dalam menghubungkan, mengkolaborasikan, serta menciptakan perubahan terhadap inovasi-inovasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Pada akhirnya, tantangan negara ini terlalu besar untuk dihadapi seorang diri. Namun, jika semangat satu padu ini terus dijaga, maka kita pun dapat turut berkontribusi dalam menjawab tantangan tersebut. Sebab, sejarah mengajarkan kita bahwa anak muda adalah elemen penting untuk mendukung pergerakan progresif dalam membangun Indonesia. Teruslah percaya bahwa jika hati dipenuhi rasa kasih dan tulus untuk mengabdi, maka semesta akan selalu mendukung setiap langkah yang kita ambil untuk kebaikan.

    Satupadu Indonesia

    Written by

    To Connect, To Collaborate, To Change

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade