Standar ganda.

Kalau anda pernah merasa ‘kok kalo gue yang melakukan mereka marah marah, tapi kalau si ‘anu’ engga’ atau ‘kok kalau gue bekerja melebihi yang seharusnya orang lain biasa saja, tapi klu si ‘itu’ kerja biasa saja malah dibilang bagus’

Mungkin anda perlu menyadari bahwa anda korban standar ganda.

Jangan terlalu sedih, jangan juga merasa hidup tidak adil. Yang bisa tidak adil itu manusia, bukan hidup atau takdir.

Untuk saya sendiri ‘standar ganda’ itu adalah makanan sehari hari, bahasa awamnya pilih kasih. Menyaksikan dengan mata kepala sendiri, atau mengalaminya sendiri, atau mengenakannya kepada orang lain. Saya begitu, kita semua begitu.

Semua karena kita itu selalu punya preferensi dan hak untuk memilih milih. Mau milih teman, mau milih pasangan, mau baik sama si ‘anu’ saja, mau turun makan sama si ‘itu’ saja

Orang memang begitu, jangan habiskan energi anda untuk membela kebenaran dan keadilan, karena manusia tidak akan pernah adil, maunya berbuat dan berpikir sesuai yang mereka sukai. Kalau perlu ajak orang lain ramai-ramai, makin didukung ya makin bagus.

‘kenapa kalau si ‘anu’ salah ditutup tutupi dipoles pula, kalau saya dijatuh jatuhkan dikarang dibuat sesukanya sampai susah naik lagi?’

Jangan tanya terus.

Diam lebih baik, diam sambil mengutuki pun juga tak apa, daripada buang tenaga. Mudah-mudahan di waktu yang akan datang ada balas setimpalnya.

Aaaamiin.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.