Gemintang Humaira Qatrunnada

Welcome, my baby girl! :)
26 November 2015
lewat 2 hari setelah istri tersayang sidang untuk gelar MBA-nya, jam 07:00 AM, seperti biasa saya dan istri sibuk mengerjakan revisian thesis nya di depan laptop di dalam kamar.
malam dihari sebelumnya, bayi didalam kandungan istri saya heboh banget. ngobrol ngalor-ngidul sama ayah dan bundanya sampai malem setelah sebelumnya istri saya senam agar posisi bayi bisa normal, yaitu kepala bayi masuk ke jalan lahir (karena sebelumnya posisi sungsang). selain itu juga agar tali ari-ari bayi yang melilit 1x kepala si bayi bisa lepas.
pagi harinya, ketika saya mengerjakan revisian thesis, istri iseng coba lagi posisi senam agar bayi tidak sungsang. cukup 10 menit, istri mengeluh pegal dan sakit. ketika berdiri dari posisi senam. ada air keluar dari dalam rahim istri saya. what! panik? pasti! cuma saya berusaha tenang. istri telp teh vivid (kakak dari istri yang rumahnya paling dekat), dan saya telp mamah. singkat cerita teh vivid dan mamah datang untuk selanjutnya disarankan langsung ke rumah sakit karena menurut pengalaman teh vivid itu air ketuban, dimana kalau air ketuban pecah dan habis, kesehatan janin didalam kandungan akan terganggu. jam 8.20 an kita (saya, istri, mamah dan teh vivid) langsung pergi ke rumah sakit (RSIA Limijati Bandung).
sampai di rumah sakit pukul 09:10, istri langsung dibawa ke ruang bersalin dan di periksa oleh suster jaga, juga dokter kandungan istri, yaitu Prof. Sofie. sesaat setelah di periksa suster jaga, ternyata posisi bayi masih sungsang dan tali ari-ari masih melilit di lehernya. Prof. Sofie datang, periksa ulang dan memang masih seperti itu. setelah periksa, saya diajak berdiskusi oleh Prof. Sofie mengenai kemungkinan kelahiran secara SC, setelah memang tidak ada jalan lain, saya pun menandatangani surat pernyataan bersedia dengan segala ketentuan tindakan yang akan dilakukan ketika operasi SC nanti.
setelah itu saya pun bertanya “prof, operasinya rencana kapan ya?”, “sekarang jam 10:00 AM” katanya. waduh! saya berkata dalam hati “jangan panik, bar”. saya pun mendekati istri saya untuk sedikit ngobrol mencoba menenangkan hatinya. istri saya bilang “temenin!”, “SIAP!”. mendekati jam 10:00 AM, istri dibawa ke ruang operasi. saya mengikuti dari belakang. ketika akan masuk ruang operasi, saya disuruh tunggu oleh suster ruang operasi, dia bilang “nanti dipanggil pak”. oke! sedih sekali melihat sang istri tercinta masuk ruang operasi :’(
jam 10:00 AM, saya bilang ke satpam ruang operasi untuk bisa masuk menemani istri saya, satpam pun bilang ke ruang operasi bahwa suami dari pasien yang akan di operasi ingin menemani. suster ruang operasi pun datang, saya disuruh masuk untuk menggunakan baju dan perlengkapan sterill. ketika akan masuk ruangan ke 2 (lebih dalam), saya disuruh tunggu. sesaat suster masuk untuk berbicara dengan dokter kandungan. saya sekilas mendengar si suster dimarahi, oh my god! perasaan saya langsung dapat menebak apa yang akan disampaikan suster itu kepada saya nantinya. yup! benar saja, saya tidak diizinkan untuk menemani. sedih sekali tidak bisa menemani istri tercinta berjuang hidup dan mati untuk dapat mengeluarkan bayi kita dengan selamat. huhu
10:30 AM, pintu operasi di buka, saya pun di panggil oleh suster di ruang operasi. alhamdulillah wa syukurlillah, anak pertama kami (Mochamad Akbar Anggamaulana dan Yuthika Fauziyyah) telah lahir dengan selamat.. saya pun meng adzanni dan meng iqmatkan telinga kanan dan kirinya. selama perjalanan ke rumah sakit sampai akhirnya bayi bisa keluar dengan selamat tidak henti saya berdoa kepada Alloh SWT agar istri dan bayi diberi keselamatan, setelah bayi lahir dengan selamat, saya berdoa agar istri juga bisa selamat sehat wal afiat. setelah itu bayi pun dibawa ke ruang bayi di lantai 4 selama menunggu ibunya selesai operasi.
12:00 PM, pintu operasi dibuka lagi, ternyata istri sudah selesai operasi dan sayapun menemani istri didalam ruang operasi untuk recovery.
15:00 PM, istri bisa dibawa ke ruang rawat inap. alhamdulillah..
ada cerita menggelitik mengenai dokter anak yang menangani bayi kami. mungkin di postingan lain akan saya ceritakan :)