Blog dari Bali Wakili Indonesi di Ajang The Blog of Online Activism

Kelas Menulis Jurnalisme Warga di Karangasem, Bali

BaleBengong.net, sebuah blog yang dikelola pewarta warga Bali menjadi satu-satunya media jurnalisme warga dari Indonesia yang masuk dalam nominasi The Best of Online Activism (The Bobs) tahun ini. Penghargaan ini dibuat oleh Deutsche Welle, lembaga berita internasional yang berkantor di Bonn, Jerman.

Selain dari Indonesia, nominasi lain kategori media jurnalisme warga ada juga dari Rusia, Brazil, Bangladesh, China, Ukraina, Turki, dan lain-lain. Tiap blog memiliki karakternya masing-masing sesuai dengan konteks dan masalah tiap negara.

Sebagaimana disebut dalam websitenya, kompetisi internasional The Bobs bertujuan mendukung dan mendorong kebebasan berpendapat dalam wacana terbuka di internet. Ajang yang pertama kali dimulai pada tahun 2004 ini berupaya untuk mencerminkan keragaman dan semakin pentingnya bentuk baru komunikasi di internet, menyorot contoh yang menonjol, dan untuk mendorong dialog lintas-bahasa.

Dengan The Bobs, Deutsche Welle berusaha memberikan kontribusi untuk mendorong terciptanya kebebasan berpendapat dan berkomitmen bagi ditegakkannya nilai hak asasi manusia.

Bahasa dalam kompetisi The Bobs adalah: Arab, Bengali, Cina, Jerman, Inggris, Perancis, Hindi, Indonesia, Persia, Portugis, Rusia, Spanyol, Turki dan Ukraina.

The Bobs didukung oleh dewan juri internasional untuk memilih pemenang dalam 4 kategori utama: Social Change, Tech for Good, Arts & Culture dan Citizen Journalism. Lewat voting online, user internet juga berkesempatan untuk menentukan pemenang pilihan user dalam seluruh 18 kategori.

Selain BaleBengong, wakil Indonesia lain dalam ajang tersebut adalah WatchDoc di kategori Arts and Culture, Rumah Pemilu di kategori Social Change, dan Internet Sehat di kategori Tech for Good.

Tiap tahun, pemilihan pemenang The Bobs dilakukan oleh para juri dari beragam negara dan latar belakang. Dari Indonesia, juri yang pernah ikut adalah Enda Nasution dan Budi Putri. Tahun ini, juri Indonesia yang ikut adalah Alissa Wahid.

Secara umum, ada tiga bagian yang dinilai dari tiap gerakan online tersebut yaitu konsep, kreativitas, dan inovasi. Namun, pengguna Internet tetap bisa ikut menentukan juaranya, termasuk Anda.

Warga bisa memilih BaleBengong dengan cara membuka website thebobs.com, pilih kategori Citizen Journalism, pilih satu dari nominasi — BaleBengong, lalu klik untuk login dari salah satu dari beberapa akun media sosial di sana, seperti Facebook dan Twitter.

“Balebengong.net menjadi penanda bergesernya cara-cara masyarakat Bali mendapat dan menyebarkan informasi,” kata Putu Hendra Brawijaya, salah seorang blogger yang berkontribusi sukarela di perwajahan blog ini. Menjadi portal informasi online sejak 2007, Balebengong masih dikelola secara swadaya.

Melalui media sosial dan blog, perbincangan online oleh warga ini seputar apa saja misalnya isu lingkungan, pendidikan, dan peristiwa. Kini, banyak sekali media online berbasis berita dikelola yang terus lahir di Bali. Namun perbedaannya, Balebengong dikelola oleh warga untuk warga.

Balebengong mendorong warga menyampaikan pendapat dan suaranya lewat berbagai medium seperti kicauan (tweet) lewat akun twitter @BaleBengong dengan lebih 54 ribu followers, artikel, foto, dan video. Blog yang dikelola kolaboratif oleh Sloka Institute dan Bali Blogger Community ini membuat kelas-kelas jurnalisme warga untuk membagi pengetahuan memanfaatkan teknologi informasi yang dimiliki warga seperti ponsel.

“Ini salah satu cara untuk mendorong partisipasi warga,” tambah Hendra Saputro, pengusaha BOC, web developer dan salah seorang voter untuk Balebengong.net. Voting TheBobs akan ditutup pada 2 Mei ini.

Warga juga bisa melihat referensi aneka blog dengan misi dan gerakan sosial berbagai negara di TheBobs.com. Misalnya ada Tax Returns dari Ukraina yang disebut upaya komprehensif untuk mendigitalkan dan menganalisa dokumen pajak para pegawai negeri. Aktivis Ukraina memperkirakan bahwa sekitar 1 juta pejabat publik seharusnya membuat mengembalikan pajak mereka. Lebih dari 3.000 aktivis telah menerbitkan lebih dari 19.000 dokumen pajak tersebut dan telah membuat ranking dari anggota parlemen terkaya dan pejabat publik. Database yang disediakan juga dimanfaatkan sebagai sumber untuk penelitian wartawan.

Selama penyelenggaraannya, The Bobs telah memberikan penghargaan diantaranya kepada: Yoani Sánchez (Kuba), Lina Ben Mhenni (Tunisia), Ushahidi (Kenya), Sunlight Foundation (AS), Li Chengpeng (Cina) dan Alaa Abd El-Fattah (Mesir).

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.