Sudahkah Pengacara Ahok Memanggil Tuhan Sebagai Saksi?

Aktivis Rumah Amanah Rakyat (RAR), Ferdinand Hutahaean, mengungkapkan bahwa sidang ke 9 kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akan semakin menarik untuk diikuti.

Terlebih lagi, menurut Ferdinand, terkait dengan sidang ke 8 minggu lalu yang menyisakan cerita tentang dugaan penyadapan terhadap jalur komunikasi Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta pernyataan pengacara Ahok yang menyatakan bahwa bukti percakapan antara SBY dengan Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin, yang didapat dari Tuhan.

Pasca merebaknya dugaan penyadapan tersebut, Ferdinand mengatakan, pengacara Ahok bekerja keras membangun alibi, membangun pembenaran dengan cerita yang tidak masuk akal bahkan identik dengan kebohongan. Setelah gagal membangun alibi dengan menyatakan bukti percakapan didapat dari sebuah berita media online, pengacara Ahok pun mencari alibi lain dengan mengatakan bahwa itu trik untuk mengorek kebenaran.

“Adakah kebenaran bisa terungkap dengan menggunakan kebohongan? Tentu tidak, karena kebenaran harus digali dengan kebenaran bukan dengan kebohongan apalagi dengan cara-cara tidak beretika,” ungkapnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Menurutnya, pengacara Ahok nampak sangat berhasrat untuk membebaskan Ahok dari dakwaan penodaan agama yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Bahkan dengan mengintimidasi saksi, yang seorang Ulama Besar di negeri ini pun dilakoni demi membebaskan sang terdakwa…

http://nusantaranews.co/aktivis-sudahkah-pengacara-ahok-memanggil-tuhan-sebagai-saksi/

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.