Bismillah.

Awalnya saya tidak begitu tahu tentang Medium ini, namun saya tertarik untuk memasang aplikasinya di handphone saya 5 menit setelah membaca postingan penyair favorit saya, M. Aan Mansyur.

Berhubung karna kemarin, tepatnya 2 hari yang lalu saya habis merayakan bukan merayakan sih, tapi lebih ke memperingati hari kelahiran di tanggal yang sama. Saya pikir, merayakan bukan kata yang tepat sebab apa yang pantas dirayakan dari berkurangnya sisa umur di dunia? ☺

Maka inilah, cerita pertama saya di Medium 📖

Alhamdulillah, saya bahagia juga sedih. Di satu sisi, umur bertambah namun berkurang dalam arti yang sebenarnya. Tentu, sudah banyak macam pula perbuatan dan hal-hal yang telah saya lakukan. Semoga itu tidak jauh dari kata positif meski saya sendiri tidak bisa memastikan itu benar atau tidak.

Di umur yang terbilang cukup matang ini, tidak banyak pinta yang saya ucapkan. Dari tahun ke tahun, mungkin masih sama. Berharap lebih baik dari yang sebelumnya dan kalau boleh ditambahkan, semoga bisa menjadi lebih berguna terhadap sesama, siapapun itu.

Terima kasih untuk keluarga yang pertama. Sebaik-baiknya tempat pulang adalah rumah, dan rumah kita sendiri adalah pelukan keluarga.

Untuk sahabat dan teman-teman, ke dua. Mereka itu anugerah terindah. Tidak bisa dibeli dan dihargai dengan uang. Tanpa mereka juga, apa rasanya hidup?

Untuk siapapun yang mungkin namanya satu persatu tidak bisa saya sebutkan. Setiap orang punya porsinya masing-masing, setiap orang punya cerita. Apapun itu yang bisa menjadikan cerita hidup kita lebih berwarna.

Semoga segala do’a dari semua penjuru di tanggal 25 April kemarin berkah, aamiin.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.