Jul 26, 2017 · 1 min read
Bersemi pada tumpukan-tumpukan risau yang telah lama menjadi sedimen
Mengeja detik - detik penghujung malam dan gelak tawa kadang juga sedihmu
Hingga tak terasa, kokok ayam bersahutan kepada pagi, “datanglah”.
Tapi kita masih terpaku dengan hangat selimut juga rindu
Buanglah segala hal yang menghantui pikiran-pikiranmu, manis.
Dari embun kepada daun.
