Bersemi pada tumpukan-tumpukan risau yang telah lama menjadi sedimen

Mengeja detik - detik penghujung malam dan gelak tawa kadang juga sedihmu

Hingga tak terasa, kokok ayam bersahutan kepada pagi, “datanglah”.

Tapi kita masih terpaku dengan hangat selimut juga rindu

Buanglah segala hal yang menghantui pikiran-pikiranmu, manis.

Dari embun kepada daun.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.