Derai Pohon Kaktus

Moon
Moon
Aug 23, 2017 · 1 min read

Mata yang menyerah, menanti pagi seperti enggan kembali untuk menitip tetes-tetes embun pada luka yang menganga

Dingin angin tembus menusuk dada yang tipis pada dekapan tangan yang tinggal tulang, seraya menikmati kentang beracun

“Aku salah, buku itu ternyata tidak selesai kubaca..”

Aku telah jauh pergi meninggalkan rumah, meninggalkan segala yang katanya kebahagiaan, tetapi tidak pernah ku temukan

Padamu pohon-pohon kaktus aku berlajar tentang ketegaran, hingga tubuhku lumpuh sampai ajal menjemput

Aku rela mati di sini jadi santapan serigala lapar, asalkan jangan kenangan rumah yang hangat

)
    Moon

    Written by

    Moon

    Omnivora