Hujan — Veteran Dalam

aku hujan
Aku datang dari sekumpulan air yang menguap ke udara 
menjadi gumpalan awan, 
titik titik kecil kutumpahkan, memberi kehidupan Bagi yang melanjutkan hidup, kini aku terlalu cepat sampai dilautan, seakan tanah enggan untuk menerima sapaan karibku,


bukan
bukan tanah yang salah
Tapi lapisan yang membatasinya dan diriku
mereka melapisi tanah dengan lapisan yang sulit kutembus Atau mustahil, 
Aku datang lalu hanyut begitu saja 
Tanpa peduli manfaatku kelak saat butiran ini tak jatuh untuk waktu lama
Enggan untuk memasukkan pada relung-relung pori tanah
Udara dan lainnya entah kemana,
padat disana-sini,Cacing yang membuat jalan 
Atau rayap yang menyelinap diantara ranting dan kayu-kayu yang lapuk ditelan usia


Sulit bagiku untuk menemukan celah masuk
dan menyapamu wahai tanah sahabatku
Aku air
Aku lekas pergi
Tolong simpan aku
Sebagaimana kau menyimpan darah dalam tubuhmu
Sewaktu-waktu yang bisa kau gunakan untuk melanjutkan hidup sesamamu


Aku air
ku jahat saat ku menghancurkan kau dan kesatuanmu wahai tanah sahabatku
Lalu menghanyutkanmu sampai ku tak sanggup menggiringmu
Kita berpisah, sebagaimana kau berpisah dengan keluargamu dari bahan induk yang sama

Itu karena kau tak ada yang melindungi saat aku memukulmu sehingga pukulanku terasa begitu keras hingga menghancurkanmu, andai saja pelindungmu yang bernama pohon itu ada, aku akan datang dengan pukulan yang begitu lembut 
Dan kita bisa bersama-sama hingga kemarau tiba
Hingga panggilan tugas untuk memenuhi kebutuhan manusia itu datang bersama panasnya mentari tanpa ada hujan berhari-hari


Aku air
Aku senang tanah, saat kau menyediakan tempat yang layak bagiku, tidak sempit sehingga aku bisa menetap disana
Aku tidak ingin segera berakhir dilautan lepas
Aku tidak ingin memukul karang begitu cepat
Aku ingin lama Bersamamu tanah, menyusuri jalan yang telah dibuat hewan-hewan kecil tanah.