
Kau
Laksana malam
Kau menjelma angin malam dingin
menyentuh, membasuh lalu menusuk masuk sela-sela kulit, menyapa tulang sebelum bermuara di relung remang-remang
Laksana malam
Kau menjelma bintang
Dari ujung bumi sampai kembali lagi dimana aku berpijak kau selalu saja terlihat memikat kerlipnya seraya senyum merayu padaku
Laksana malam
Kau menjelma bulan
Satu lingkar penuh cahaya indah pulan memaksa gelap kalah menawan
Laksana malam
Kau menjelma kunang-kunang
Elok gemulai terbang
Muskil kau ilang
Terngiang kau terbayang-bayang
Laksana malam
Kau selalu kutunggu
Rebahlah peluh dan dadaku
Di timang-timang pangkuan lembutmu.