Puisi Bidadari-Ku
Tiba-tiba aku menggigil bersama derik jangkrik mengikuti laju angin dari utara ke selatan.
Mengikuti lahan -perlahan purnama naik untuk kembali menyinari pepohonan dan dedaunan.
Dan mengikuti bau yang kucium tak lama sebelumnya, diantara gedung-gedung bertingkat dengan desah-desah para malaikat penjaga bidadari.
Kau, yang ku ikuti hingga akhir sampai capek. Bidadariku.