Sederhana Saja, Tidak Lebih

Untuk kepulanganku.

Atas dua hal yang tak biasa.

Dan segelas rindu yang ingin segera tumpah.

Ruah-


Aku, berjalan. Menantang rindu-

Sambil menenteng buku kesayanganku.


Selembar tiket, dan pengelana berkoper hitam berkata : mau kemana kau?

Pulang, bibirku berucap


Rumah,

Rumah,

Dan benar saja Rumah.

Kubuka gagang pintu nya perlahan, dua lengan mendekap tubuhku

Tidak ada jendela, dua bola mata bersinar.

Kecupan, bibir manis mempesona.


Dua dan empat roda, pribadi. Tak ada-

Kedua kaki yang lebih mendominasi daripada mesin.

Tawa hangat.

Mengabadikan citra.


Sederhana saja, tidak lebih.