Aswatama
Aswatama
Sep 5, 2018 · 1 min read

Maria Berbaju Hitam

Itu si Maria… selalu ceria walupun rupanya tidak.

Bajunya hitam… tapi tidak dengan hatinya. Kerudung hitam dipakai dengan tawa, dan dua tangan yang saling bertemu menjadi tanda.

Maria berjalan gontai…

Terhuyung kanan juga kiri…

Maju kedepan dan tertunduk…

Itu si Maria…

Ia berbaju hitam dan berkerudung gelap. dengan mata terpejam, mulutnya bergerak perlahan…

Duduk disudut Maria menangisi tawanya…

tunduk sejenak dengan nafas berat…

Maria kini tertidur dibawah tanah dan diatas langit. Ia tak lagi tertawa… bukan lupa, hanya ingin istirahat…

Istirahatkan tawanya…

Mulutnya…

Bibirnya…

Tangannya…

Yaa, itu si Maria berbaju hitam

As_

Aswatama

Written by

Aswatama

Kau Akan Tahu Ketika Kau Tahu

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade