Sepertimu
hai sahabat ku
sadarkah kau saat aku mulai tak menyapamu lagi?
sadarkah kau saat aku mulai tak banyak berceloteh lagi?
sadarkah kau saat aku mulai membiarkan mu bercerita dengan yang lain?
aku tak membencimu, aku pun tak marah denganmu
aku hanya ingin lihat bagaimana reaksi mu saat aku mulai berubah?
menguji mu?
haha bukankah kau yang lebih sering menguji ku? coba pikirkan baik baik.
mari aku ceritakan kisah seorang putri kepadamu
putri ini tidak cantik, dia juga tak seberapa pandai
dia bukan keturungan dari kerajaan besar seperti mu
harga dirinya juga tidak terlalu mahal
tapi setidaknya selalu ada senyum yang ia bagi kepada kawannya
jika tak ada kawan, setidaknya dia tersenyum pada matahari
saat dia tersenyum entah kenapa banyak berdatangan putra kerajaan
putra A sangat tampan bagaikan keturunan dari negri Korea
putra B berasal dari kerajaan yang sama
putra C sangat manis, baik hati juga
putra D senang mengikuti perlombaan antar kerajaan
putra E adalah putra yang sangat manja tetapi cukup menarik hati
dan ada putra kembar, mereka sama sama baik tetapi suka datang dan pergi kapan pun mereka mau
tetapi sang putri tidak bahagia karena mengetahui bahwa kawan mereka membenci putri tersebut karena berpikir bahwa sang putri lah yang salah
sahabat, jika kelak aku yang menjadi putri itu apakah kau juga akan pergi meninggalkanku?
sudah tidak usah bersusah untuk menjawabnya, aku tahu
mungkin sekarang kau pun mulai ikut membenciku