Dirimu, ya, dirimu.
Langit sore kala itu, merah merekah mempesona, degradasi jingga menghiasi senja. Awannya menghiburku, yang tengah marah. Entah pada siapa, mungkin pada diriku sendiri.
Apakah ada, batas antara sesuatu yang mungkin dan tidak mungkin bagiku. Terlalu naif memang…