Yang kamu lakukan ke saya itu jahat!

Tidak pernah sekalipun saya berpikir untuk berbuat jahat kepadanya, tapi dia dengan teganya mengabar berita besar itu.

Bukan hanya saya yang kena imbasnya, tapi juga orang tua saya. Itu yang paling tidak bisa saya terima. Mama dan papa adalah 2 orang yang paling tidak ingin saya buat sedih dimuka bumi ini.

Ya, saya naif. Tidak tahu betapa kerasnya dunia kerja. Bahwa tidak semua orang fair dalam mencapai goalnya.

Kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Adalah nasehat mama ketika saya menelpon sambil sesenggukkan. Saya yang bodoh menghadapi dunia yang kejam.

Perjalananmu masih panjang nak.

1 kalimat dari papa yang menguatkan saya untuk terus berjuang meskipun perih.

Hati saya kecewa. Tapi saya tidak membiarkan kekecewaan itu berlanjut. Setelah menangis saya membuat pisang goreng. Yes! Memasak adalah salah satu cara saya melawan stres.

Tidak akan saya biarkan dia membuat airmata ini menetes lagi. Tidak ada kali kedua. Hanya sekali. Dan saya akan mengingatnya. Terima kasih sudah membuka mata saya.

I’m a crybaby. I admit it. But if we got too much pressure, I think it’s ok to cry. Yep! So yeah, I cried hard at the day. Sometimes it all gets a bit too much. But I’m ok. Thank God.

Like what you read? Give Septi a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.