You Give, We Take, They Live

Mei dan Juni merupakan bulan yang istimewa. Banyak tokoh besar Indonesia yang lahir pada bulan-bulan tersebut seperti Ir. Soekarno, Soeharto, dan B.J. Habibie. Selain bagi Indonesia, rupanya bulan tersebut juga merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh organisasi palang merah di seluruh dunia. 8 Mei dikenal sebagai Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia. Dan sebentar lagi tepatnya pada tanggal 14 Juni, masyarakat internasional akan memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Tentunya seluruh organisasi palang merah di dunia akan menyelenggarakan berbagai macam agenda untuk turut memeriahkan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebutuhan darah yang aman. Seperti yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) pada peringatan tahun 2015 lalu. 1.000 peserta yang terdiri atas staf dan sukarelawan PMI, mitra perusahaan, serta para komunitas donor darah menggelar aksi jalan sehat sembari membagikan bunga sebagai tanda terima kasih di kawasan Monumen Nasional (Monas). Selain jalan sehat dan aksi bagi bunga, kegiatan ini juga diisi dengan serah terima bantuan 5 unit mobil donor darah dari PT. Freeport Indonesia, flash mob, serta pertunjukan musik.

Menurut catatan sejarah pada zaman kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Keppres RIS nomor 25 tahun 1950 dan Keppres RI nomor 246 tahun 1963, tugas utama PMI adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949. Kini tugas PMI semakin meluas ke berbagai ranah seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat seperti menjadi relawan pelayanan kesehatan, relawan perusahaan, relawan lingkungan hidup, dan relawan donor darah. Dalam bidang terakhir ini, secara khusus pemerintah telah memberi kewenangan kepada PMI berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 2011 tentang Pelayanan Darah yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan donor darah dan pengolahan darah dilakukan oleh Unit Donor Darah (UDD) yang diselenggarakan oleh organisasi sosial dengan tugas pokok dan fungsinya di bidang kepalangmerahan atau dalam hal ini Palang Merah Indonesia (PMI).

Organisasi yang secara resmi didirikan pada 17 September 1945 dengan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua pertamanya ini terus mengampanyekan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle). Setiap tahunnya, PMI menargetkan hingga 4,5 juta kantong darah berdasar kebutuhan darah nasional yang disesuaikan dengan standar Lembaga Kesehatan Internasional (WHO) yaitu 2% dari jumlah penduduk setiap harinya. Namun tentunya target ini tidak akan tercapai begitu saja. PMI perlu mengerahkan pelbagai macam usaha untuk menarik masyarakat di manapun agar bersedia berpartisipasi dalam upaya mulia membantu siapa pun yang membutuhkan bantuan berupa transfusi darah. Berikut adalah beberapa contoh upaya nyata PMI untuk merangkul masyarakat dalam kegiatan donor darah.

a. Rapat Kerja Teknis UTD PMI Seluruh Indonesia “Peningkatan Kualitas Pelayanan Darah UTD PMI”

Sejak Selasa, 22 Maret hingga Jumat, 1 April 2016; Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Unit Transfusi Darah (UTD) Pusat mengadakan sebuah pertemuan berskala nasional berupa Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di gedung UTDP PMI yang beralamat di Jalan Joe Nomor 7, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Rakernis tersebut memiliki agenda utama yaitu penerbitan petunjuk teknis (Juknis) terkait Biaya Pengganti Pengolahan Darah, Pembinaan Organisasi UTD PMI, Jejaring Logistik antar UTD PMI, dan Penyediaan Darah Transfusi yang berkualitas, aman, serta tepat waktu.

Bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PMI juga memberikan agenda tambahan berupa sosialisasi materi terkait GMP Blood Product atau GMP Blood Establishment yang bertujuan agar pelayanan UTD PMI sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tidak ketinggalan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia juga mensosialisasikan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 2 tahun 2015 yang berisi tentang petunjuk teknis pelaksanaan program kerjasama antara Puskesmas, Unit Transfusi Darah, dan Rumah Sakit dalam pelayanan darah untuk menurunkan angka kematian ibu saat proses persalinan akibat pendarahan yang tidak tertangani dengan segera.

b. Extra Joss dan PMI Menggagas Gerakan Donor Darah di 70 Kota

Dalam rangka 70 tahun memberikan kontribusi dan pengabdian terbaiknya untuk Indonesia, PT. Bintang Toedjoe selaku produsen Extra Joss menggelar acara donor darah serentak di 70 kota besar di Indonesia pada tanggal 21–22 Mei 2016. Bekerjasama dengan PMI, gerakan donor darah yang juga ditujukan untuk memeriahkan Hari Kebangkitan Nasional ini mengusung tema “Donor Itu Laki”. Simon Jonatan selaku Presiden Direktur PT. Bintang Toedjoe memaparkan bahwa target kantong darah PMI setiap tahun mengalami kenaikan, oleh karena itu pada aksi ini Extra Joss menargetkan terkumpulnya 25.000 kantong darah.

Sebelumnya, pada tanggal 19–21 Mei 2016 diadakan juga sosialisasi yang menyasar pendonor pemula di kampus dan sekolah-sekolah. Agar semakin menarik, dipilih pula beberapa ikon juara dunia dalam bidangnya untuk terlibat dalam aksi “Donor Itu Laki”. Di antaranya Juara Dunia Tinju WBO: Daud Jordan, Juara Dunia Bulutangkis Singapore Terbuka 2016: Soni Dwi Kuncoro, dan entrepreneur muda sekaligus brand ambassador Extra Joss: Rio Dewanto.

c. Sosialisasi Penatalaksanaan Transfusi Darah Yang Rasional

Menyadari pentingnya penjelasan mengenai pelayanan transfusi darah yang aman, rasional, dan tepat guna; pada 26 Mei 2016 Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penatalaksanaan Transfusi Darah Yang Rasional. Dihadiri oleh peserta dari Unit Transfusi Darah Pusat, PMI Kota/Kabupaten se-Provinsi Banten, serta rumah sakit di wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya; kegiatan ini diharapkan agar PMI beserta seluruh elemen yang berwenang dalam pengelolaan darah dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya maupun pelayanannya.

Proses donor darah pastinya melewati tahap-tahap yang mudah, aman, dan sistematis. Calon pendonor hanya perlu datang ke Unit Donor Darah terdekat kemudian mengisi dan menandatangi formulir pendaftaran. Di dalamnya terdapat pesan donor yang perlu dibaca dan pertanyaan mengenai riwayat medis dan identitas calon pendonor. Setelahnya calon pendonor akan melewati tahap wawancara dan pemeriksaan oleh dokter. Pemeriksaan tersebut meliputi penimbangan berat badan, pemeriksaan hemoglobin serta golongan darah, dan pemeriksaan tekanan darah. Apabila calon pendonor dinyatakan lolos dalam melewati tahap tersebut, maka akan segera dilakukan pengambilan sampel dan darah lalu bisa dilanjutkan dengan istirahat sembari menikmati makanan pengganti.

dr. Robby Nur Aditya dari Unit Donor Darah Pusat PMI memaparkan bahwa bila seseorang mendonorkan darahnya secara rutin, maka sel darah pendonor tersebut akan mengalami regenerasi lebih cepat yang ternyata dapat berdampak baik bagi kesehatan tubuh.

Dr. Riani Susanto, ND., C.T. pun memiliki argumen yang berisi persetujuan “Darah berkoresponden untuk berbagi cinta dari dunia luar dan diri sendiri. Jadi bisa dibayangkan, kalau kita mendonorkan darah sama saja dengan juga membagikan cinta ke dunia luar”.

Selain itu, ada pula manfaat lainnya seperti dapat menjaga kesehatan jantung, membantu menurunkan berat badan, memperoleh kesehatan psikologis, dan dapat mendeteksi gejala penyakit serius sejak dini.

Perlu dipahami oleh masyarakat umum bahwa tidak ada proses jual-beli darah ketika ada seorang pasien yang membutuhkan transfusi darah. Sebenarnya biaya pengelolaan darah mulai dari sarana prasarana yang digunakan ketika proses donor darah hingga penyimpanan kantong darah serta proses transfusi, telah ditanggung oleh subsidi pemerintah dan PMI. Akan tetapi, sisa beban biaya yang tidak tersubsidi memang dibebankan kepada pasien dalam bentuk Biaya Penggantian Pengelolaan Darah (BPPD) atau service cost. Hal ini diberlakukan semata-mata agar kualitas proses pengelolaan darah dapat dimaksimalkan dan nantinya akan aman ketika disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.

Karenanya pada program peningkatan pelayanan donor darah, PMI telah menyebarkan 111 unit mobil donor darah ke 109 Unit Transfusi Darah (UTD) PMI di 34 provinsi. Selain itu bagi masyarakat yang mungkin tidak sempat berkunjung langsung ke Unit Donor Darah di wilayahnya, PMI telah membuat Gerai Donor Darah dengan tujuan agar mempermudah masyarakat untuk mendonorkan darahnya di tempat-tempat umum tengah kota seperti kampus dan pusat perbelanjaan. Per tahun 2015, UTD PMI telah mengumpulkan sebanyak 2.835.150 kantong darah, dan 92%-nya berasal dari pendonor darah sukarela. PMI bersama pemeritah juga telah memberikan penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada 893 donor darah sukarela 100 kali pada akhir tahun 2015.

Sekali lagi Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia tahun 2016 ini kembali diperingati untuk mengampanyekan seluruh agenda PMI, termasuk himbauan untuk berdonor darah. Mengangkat tema ‘Anywhere to Anyone’ atau ‘Dimanapun untuk Siapapun’, Palang Merah Indonesia mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa organisasi kemanusiaan tersebut bekerja berdasarkan 7 Prinsip Dasar Gerakan di antaranya Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan. Hal ini dimaksudkan agar prinsip-prinsip tadi dapat selalu menjadi panduan tindakan untuk tidak membedakan ras, keyakinan, dan warna kulit ketika masyarakat akan memberikan bantuan satu sama lain.

Referensi :

http://pmi.malangkota.go.id/2015/05/08/hari-palang-merah-dan-bulan-sabit-merah-sedunia/

http://www.pmi.or.id/index.php/tentang-kami/sejarah-pmi.html

http://www.pmi.or.id/index.php/aktivitas/pelayanan/donor-darah/pelayanan-donor-darah.html?showall=1&limitstart

http://www.pmi.or.id/index.php/aktivitas/pelayanan/donor-darah/donor-sekarang.html?showall=1&limitstart

http://www.pmi.or.id/index.php/berita-dan-media/siaran-pers/item/591-hari-donor-darah-sedunia-2015,-pmi-gelar-jalan-sehat-dan-canangkan-desa-donor-darah.html

http://www.pmi.or.id/index.php/berita-dan-media/kisah/k2-categories/item/762-rapat-kerja-teknis-utd-pmi-seluruh-indonesia-%E2%80%9Cpeningkatan-kualitas-pelayanan-darah-utd-pmi%E2%80%9D.html

http://www.pmi.or.id/index.php/berita-dan-media/siaran-pers/item/784-bintang-toedjoe-gagas-gerakan-ayo-donor-darah-di-70-kota.html

http://www.pmi.or.id/index.php/berita-dan-media/peristiwa/item/788-sosialisasi-penata-laksanaan-transfusi-darah.html

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.