Puisi- Puisi M Galang Pratama di Floressastra.com

YANG HILANG

yang hilang akan tetap hilang
 
tak akan kembali lagi
 
meski waktu dapat berarti
 
sama sekali mereka takkan perduli.

walau lelah kian menghampiri
 
hilanglah sudah harapan ini
 
keyakinan yang terjaga pupuslah sudah
 
pilihan tak lagi berarti memihak pada jiwa
 
sebab suara telah terpasung hingga dewasa.

pemuda-pemudi telah diperkosa haknya
 
ditahan untuk menyuarakan yang sebenarnya
 
kepalsuan dibiarkan merajalela
 
dalam bingkai pemilihan kepala daerah.

hilang… hilanglah sudah
 
warga kini hanya bisa mengais kata
 
sedang suaranya terus membentur kerasnya bendera
 
yang bersekongkol bersama mereka yang punya nama.

yang hilang, lalu diabaikan
 
hilang… hilang… lalu menghilang
 
tanpa meninggalkan sepotong nama
 
kecuali sebatas surat suara palsu
 
dari wajah-wajah yang tertusuk paku.

Gowa, 2015

APRESIASI

karena apresiasi sepi
 
karena aktualisasi menepi
 
hebat di dunia maya
 
mati terpasung di dunia nyata.

kini penyair kehilangan arah juang
 
mereka tinggal bak anak jalang
 
sebab karya hanya berisi pujian belaka
 
tak berpengaruh pada kebijakan negara.

orde baru hanya menyisakan nama basi
 
reformasi bagaikan tipuan moncong demokrasi
 
lalu ke mana penyair tahun sembilan delapan?
 
tidakkah mereka melahirkan anak sastrawan?

jika ia terlahir lahir di dunia
 
di manakah keberadaannya?
 
jangan sampai ia terus asyik bercengkerama
 
dengan dunia semu: dunia maya.

munculkanlah karyamu di dunia nyata
 
sebab apresiasi akan tetap kau dapat di sana.
 
jangan takut ada larangan tuk bergerak
 
bergeraklah sampai larangan itu berdetak
 
jangan kira penghargaan hanyalah berupa materi semata
 
sebab karya yang teraktualisasi, itulah apresiasi nyata.

2015

BENTENG PENYU

Empat abad berdiri tegak di butta Gowa
 
Megah dengan tembok batu padas raksasa
 
Sebagai markas pertahanan daerah
 
Menjaga mahkota emas sang raja
 
Agar tak beralih ke tangan penjajah

Benteng eksotis menyimpan bukti nyata
 
Atas perlawanan kerajaan dahulu kala
 
Di benteng berbentuk penyu raksasa
 
Kuat di darat dan juara di laut, filosofinya

Empat kaki kokoh berjajar sama rata
 
Dengan kepala menghadap ke muara
 
Terhampar jelas dengan formulasi berganda
 
Siap siaga melahap penjajah sumber daya

Benteng Penyu, Benteng Ujung Pandang
 
Masih kokoh berdiri kekar hingga sekarang
 
Menjadi situs peninggalan para pahlawan
 
Bagi generasi muda dan kaum pendatang

Makassar, 2015

MASIH ADA RINDU
 
: Ainun Jariah, jagalah dirimu

karena masih ada rindu di pelupuk mata
 
yang bersimpuh pada bilik-bilik jiwa
 
yang menghempas meluluhlantakkan rasa
 
maka jangan sekalipun kau lepas ikatannya

karena masih ada rindu di setiap doa
 
yang khusyuk memohon dalam pencatuan berlogika
 
tak dapat di interpretasi, akal tumpul terhadapnya
 
bacaan-bacaan mutasyabihat penuh prasangka

karena masih ada rindu di setiap jejak kita
 
maka teruslah bergerak. ke arah jalan merdeka
 
jalan yang tak merambat pada bisikan semu tiada guna

jalan dan berjalanlah
 
karena di sini,
 
masih ada rindu
 
mendekapmu.

Gowa, 2015


Originally published at floressastra.com on January 8, 2016.

Like what you read? Give Galang Pratama a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.