Pentatonix, Grup Akapella yang Mendunia melalui YouTube

sumber foto: https://www.axs.com/artists/35/pentatonix-tickets

Pentatonix adalah grup vokal akapella yang beranggotakan 5 orang. Ia mendobrak Lagu-lagu akapella yang identik dengan Boyz II Men atau All 4 One. Bahkan, seorang anggota Boyz II Men yang juga menjadi juri Sing-Off, Shawn Stockman, mengatakan “You guys are sent from the future to save acapella”. Luar biasa bukan? Hingga saat ini Pentatonix yang hanya beranggotakan 5 orang mampu mengalahkan grup akapella yang memiliki anggota hingga 20 orang.

Tahukah kamu bahwa anggota Pentatonix terdiri dari berbagai macam etnik, agama, usia, dan gender? Meski grup vokal akapella biasanya identik dengan orang kulit hitamm, Pentatonix beranggotakan 4 orang kulit putih dan 1 orang kulit hitam. Perbedaan itu tidak menghambat perkembangan mereka. Kaplan yang seorang Yahudi pun turut ikut menyanyikan lagu Natal dan kelompok tersebut sering menggantik lirik yang vulgar dengan kata yang lebih sopan. Karena itu lah, Pentatonix memiliki penggemar dari berbagai kalangan dari anak muda hingga kakek-nenek.

Kisah Pentatonix dimulai saat trio SMA, yaitu Scott Hoying, Kristie Maldonado, dan Mitch Grassi, mengkuti ajang pencarian bakat khusus grup akapella bernama Sing-Off. Trio tersebut mencari dua orang lainnya melalui koneksi dan internet. Bahkan Kevin ditemukan Hoying melalui YouTube. Akhirnya kerja keras mereka terbayar karena berhasil memenangkan Sing-Off tersebut.

Sayangnya, hadiah kontrak dengan Epic Records dimentahkan karena grup akapella dinilai tidak komersil. Pentatonix pun memulai lagi karir mereka melalui YouTube. Karena talenta yang dimiliki pun, Pentatonix memiliki fanbase yang cukup besar hingga mampu melakukan tur keliling dunia sebelum bergabung di label rekaman. Album Natal milik mereka, That’s Christmas to Me (2014) pun berada di posisi 4 sebagai album paling laku selama 2014 dan berhasil mengejar album 1898 milik Taylor Swift lho!

Dapat dibuktikan bahwa seluruh anggota Pentatonix memang bukan sekedar penyanyi. Mereka juga komposer, tahu teori, dan hebat dalam implementasi. Harmoni dalam diri mereka mampu membangkitkan jiwa di musik itu sendiri. Passion tersebut juga terlihat dari kemampuan mereka melakukan impromptu jam session secara cuma-cuma.

Hadiah dari kerja keras mereka pun dibuktikan dengan peraihan Grammy Awards tahun 2015 di kategori Aransemen Terbaik Pada Instrumental atau Vokal dengan lagu medley “Daft Punk”.

sumber: http://www.kompasiana.com/liliputbuntek/pentatonix-hebat-bukan-cuma-karena-video-viral_564997f44ff9fdf11e8fa204

Like what you read? Give Sevaspace a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.