Potensi dan Tantangan Teknologi Chatbot

Chatbot, inovasi terbaru di dunia teknologi masa kini. Sebagai salah satu perusahaan yang juga bergerak di bidang teknologi, LINE turut melirik penggunaan chatbot. LINE juga menyelenggarakan kompetisi LINE BOT Awards dengan tujuan untuk mendorong inovasi LINE chatbot di tanah air.

Teknologi automasi percakapan ini sedang menjadi buah bibir oleh para pebisnis Silicon Valley maupun mereka yang ada di Jakarta. Melihat potensi yang dimiliki oleh chatbot, perusahaan berbondong-bondong untuk menanamkan chatbot ke dalam platform masing-masing. Sebagai contoh adalah Wechat, Telegram, Facebook hingga Amazon.

Melalui Tech in Asia Indonesia, Global Engineer LINE Indonesia, Matthew R.Tanudjaja mengutarakan opininya terkait penerapat chatbot di Indonesia, tantangannya serta rencana kompetisi chatbot tahun dan langkah selanjutnya yang akan menjadi strategi LINE untuk masa mendatang.

Potensi dan peluang chatbot di era modern

Faktor pendorong chatbot hingga menjadi tren saat ini adalah kenaikan intensitas percakapan digital, dimana kegiatan komunikasi yang berbasis mobile atau layar desktop adalah hal yang lumrah untuk terjadi.

Di Cina sendiri, chatbot mulai dimanfaatkan sejak tahun 2013. WeChat sebagai pemain terbesar di kawasan tersebut menjadikan dirinya sebagai pion pelopor integrasi chatbot ke dalam platform chat messenger.

Seiring waktu, chatbot ternyata tidak hanya ditujukan untuk automasi pesan saja, tetapi juga digunakan oleh para pebisnis untuk menjangkau konsumen di lingkup yang lebih professional. Tak hanya itu, teknologi yang serupa juga mendukung inovasi lain yang bersifat eksperimental seperti percakapan virtual hingga penerapan machine learning.

Inovasi-inovasi yang terus berkembang inilah yang juga mendorong LINE untuk ikut menerapkan LINE chatbot. Namun saat baru mulai membangun tahap adopsi, penyedia platform perlu melakukan peran aktif dalam menjawab permasalahan yang di hadapi oleh develper. Inilah yang akan menjadi strategi LINE untuk dua tahun ke depan.

Upaya menjembatani permasalahan developer tanah air

Matthew menambahkan pihaknya melihat ada tiga masalah yang dihadapi para developer di Indonesia:

1. Para developer memiliki bakat, namun tidak mempunyai ide untuk menciptakan apa dengan skill yang mereka punya.
2. Mereka memiliki ide, tetapi tidak tahu bagaimana langkah untuk memulai karena kurangnya channel yang memadai.
3. Developer yang telah memiliki kedua hal tersebut terkendala dari segi eksposur, sehingga karyanya kurang terdengar.

Ketiga masalah inilah yang kemudian coba dipecahkan oleh LINE melalui ketersediaan messaging API LINE@. LINE berkomitmen untuk membantu para developer dalam mengatasi hambatan-hambatan inovasi yang sering terjadi dalam proses pengembangan. LINE chatbot diharapkan untuk menampilkan perannya sebagai media dalam berbagi ide, channel serta eksposur kepada para pengguna.

Dengan pengguna sebanyak 90 juta orang, LINE mempunyai potensi yang sangat besar terutama lahan bagi para developer dalam pengembangan teknologi chatbot ini. “API yang kami miliki sekarang sudah benar-benar simpel untuk digunakan dengan fungsi yang banyak, sehingga apa yang dikembangkan di sana bisa tergantung dari ide sang developernya,” ungkap Matthew.

Memasyarakatkan chatbot di Indonesia

LINE menyelenggarakan kompetisi LINE chatbot yang juga didukung langkah pembelajaran komprehensif melalui kolaborasi dengan pihak Dicoding. Tujuan dari diadakannya kompetisi ini adalah untuk memfasilitasi developer peminat chatbot serta memperkenalkan potensi chatbot ke masyarakat luas.

Hingga saat ini, telah tersedia beberapa layanan yang tersedia di LINE chatbot, baik yang dibuat oleh developer lokal maupun internasional. Beberapa chatbot lokal yang bisa mulai anda nikmati adalah Bang Joni, serta layanan Hi Yuri! yang memenangkan kompetisi LINE Indonesia Developer Challenge pada April 2017.

Masa depan LINE chatbot tergantung kreativitas developer

Dengan potensi besar yang dipunya oleh chatbot, proses adopsi akan menjadi langkah yang sangat penting untuk menentukan perkembangan chatbot selanjutnya. LINE akan terus berkomitmen untuk menjembatani ide-ide dari developer untuk menciptakan sesuatu yang inovatif dan menjadi kebutuhan banyak orang.

Untuk penggunaan yang lebih luas, chatbot mempunyai potensi untuk menjadi platform sebagai media transaksi pembayaran, pengembangan jasa dan sebagainya. Tidak hanya menjadi mesin automasi percakapan atau hiburan semata.

Matthew menambahkan jika pengembangan messaging API dari LINE@ di masa depan bisa bergeser ke arah yang lebih mutakhir, seperti pengembangan IoT (internet of things) dan sebagainya. Jika automasi komputer, kecepatan pengolahan data server, dan perkembangan kecerdasan buatan sudah semakin maju, bukan tidak mungkin jika kehadiran chatbot bisa menggeser keberadaan aplikasi di perangkat mobile.

Oleh karena itu, melalui LINE BOT Competition, LINE berkomitment untuk memicu lahirnya ide-ide baru masa kini. LINE berharap akan semakin banyak orang yang menyadari fungsi serta potensi chatbot dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: https://id.techinasia.com/line-chatbot-potensi-dan-tantangan