Maaf dan “quite”

Ada kalanya kita salah melangkah, walaupun langkah yang kita ambil sudah dipertimbangkan dengan sangat baik. Namun yang terjadi bukanlah hasil yang diharapkan, sebaliknya membuat pihak lain menjadi kecewa. Dan muncullah satu kata ini “maaf”. Sering kita mengenal kata “maaf” atas apa yang kita lakukan ternyata menyakitkan pihak lain.

Yah memang kita tidak boleh menyakitkan pihak lain, namun kita sebagai manusia memiliki suatu pandangan dan sikap. Yang mana hal tersebut sebenarnya untuk kebaikan semua, bukan untuk melakukan penilaian atas benar atau salah tindakan atau kata-kata yang diucapkan. Dan disisi lain, di pihak yang berbeda memiliki persepsi yang ternyata tidak sama dengan yang kita pikirkan. Sehingga akibatnya kita dinilai mengecewakan atau menyakitkan pihak lain. Inilah manusia mahluk sosial yang memiliki perasaan. Yang belum tentu bisa menyenangkan semua pihak.

Jika kita mengalami hal ini, terkadang menjadi “quite” lebih baik. “Quite” ini adalah menjadi introvert. Seperti tulisan Susan Cain yang menelanjangi kekuatan dari Introvert. “Quite” tidak memperhatikan publikasi atas apa yang diraihnya. Lebih cenderung diam dan biarlah pihak lain yang membicarakan hal tersebut. Seorang “quite” lebih memilih dibelakang layar, karena apapun yang diperbuat akan menjadi lebih nyaman baginya, jika mendapat penilaian baik atau penolakan atas apa yang telah dilakukan. Sehingga “maaf” akan dapat diminimalkan.

Dengan memberikan dan menerima maaf maka akan memberikan sesuatu kepada diri kita. Memberikan kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, cinta, kebahagian dan semua berkat hidup kepada pihak lain. Untuk semua manusia, terima kasih untuk maaf yang tulus yang diberikan. Semoga saya pun bisa menjadi seorang manusia yang bisa memaafkan dengan tulus dan menyayangi sahabat seperti saya menyayangi diri saya sendiri.

Semoga tulisan ini dapat memberikan pencerahan bagi yang membaca dan manfaat yang baik.

Di pagi hari yang mendung dan ditengah himpitan manusia di dalam kereta…..