Strategy Focus Pilihan Bagi Lenovo dan Google ?

dikutip dari scandra.com tulisan pada tanggal 2014/02/01

Diakhir Januari 2014 ini, kembali dua raksasa teknologi mengambil suatu keputusan yang membuat semua orang bertanya-tanya. Ada apa dengan keputusan Google dan Lenovo ? Memang jika kita melihat kembali bagaimana perjuangan Google ketika akan membeli Motorola Mobility. Di Agustus 2011, Google mengumumkan akan membeli Motorola seharga $12.5 T. Kondisi pada saat itu banyak orang memprediksi Google akan memasuki suatu dunia baru, yaitu bermain di Hardware Technology.

Berdasarkan pengakuan dari Google co-founder dan CEO Larry Page pada saat itu : “Google has acquired Motorola not only because of its strength in Android smartphones and devices, but also for being a market leader in the home devices and video solutions business.” Dengan melihat pengakuan tersebut, maka prediksi bahwa Google ingin menguasai pasar di semua lini dari ICT ini, sehingga Google akan menjadi semakin kuat. Saat ini Google lebih berfokus kepada layanan Informasi saja. Memang layanan Informasi yang diberikan Google semakin hari semakin kuat bukan saja dengan adanya senjata utama dari Google dengan Google Search yang begitu fenomenal melainkan layanan lainnya seperti Google Drive, Google Apps dan Android. Dengan Android dan Motorola maka, Google akan segera memasuki pasar baik software dan hardware secara bersamaan. Mungkin ini mimpi bagi Founder dari Google. Mimpi seperti yang dilakukan oleh Blackberry. Tetapi Blackberry sendiri telah melakukan beberapa perubahan strategi didalam menyelamatkan bisnis mereka. Salah satunya dengan membuat layanan Blackberry Messenger [BBM] menjadi multi-platform di iOS dan Android. Baca kembali artikel : WHAT’S GOING ON, BLACKBERRY ?

Kembali kepada keputusan Google yang melepas Motorola dengan harga yang lebih rendah kepada Lenovo dibandingkan dengan harga ketika Google membeli dari Motorola. Google melepas kepada Lenovo senilai dengan $2.91T. Dan dengan demikian hal ini menjadi sesuatu yang membuat orang menjadi bertanya. Apakah Google tidak bisa memaksimalkan apa yang telah mereka kuasai [Motorola] atau Google ingin melakukan apa yang disebut dengan Strategy Focus. Dimana sangat jarang sekali suatu organisasi bisnis menjadi market leader di dua lini bisnis yang berbeda, walaupun bisnis tersebut saling terkait sangat kuat. Dimana Motorola akan fokus di lini hardware dan Google dengan Android akan fokus di lini software. Yah, ini mungkin akhir dari suatu keputusan strategi yang akan dijalankan Google dalam jangka pendek. Hal ini pun diperkuat dengan statement resmi dari Google : Google said the smartphone market was “super competitive” and that Motorola would “be better served by Lenovo”

Dengan demikian maka jelas sudah, jika Google akan tetap fokus di lini Informasi. Tetapi bagaimana dengan Lenovo yang telah membeli Motorola. Tentu dengan hadirnya Motorola didalam lini bisnis Lenovo, maka Lenovo akan juga melakukan strategi fokus. Lenovo akan memperkuat lini hardware, khususnya di Smartphone. Seperti dikutip dari Market research firm Strategy Analytics : For Lenovo, it is a good move. The Chinese vendor gets access to the valuable US smartphone market and the fast-growing Latin America region. This complements its existing global PC business. Atas dasar pernyatan tersebut, maka dapat disimpulkan jika Lenovo pun akan tetap melakukan strategi fokus.

Sebagai tambahan, Google akan tetap memegang kepemilikan hak patent dari Motorola. Seperti dikutip dari situs techcrunch.com : “Google will maintain ownership of the vast majority of the Motorola Mobility patent portfolio, including current patent applications and invention disclosures,” says Motorola Mobility CEO Dennis Woodside. “As part of its ongoing relationship with Google, Lenovo will receive a license to this rich portfolio of patents and other intellectual property. Additionally Lenovo will receive over 2,000 patent assets, as well as the Motorola Mobility brand and trademark portfolio.