“we can try”

Suatu ulasan dari video pendek di https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154046313459245&id=96738939244

Video pendek yang tidak pendek didalam makna dan pembelajaranya. Video pendek dengan kalimat sederhana yang dahsyat "we can try". Itulah kalimat yang selalu diulang dan diulang ketika kita akan memulai dan menyemangati apa yang telah dilakukan. Di dalam kehidupan kita sehari-hari. Sangat jelas tergambar di video tersebut.

Sebenarnya tanpa kita sadari kita selalu memiliki suatu "anchor". Namun ada dua kutub "anchor" negatif dan positif. Dan "anchor" bisa dlm bentuk kata2, benda, ataupun suatu gerakan atau body language yang setiap kita lakukan hal tersebut akan memberikan dampak yang bisa negatif ataupun positif. Jelas di video tersebut suatu "anchor" positif yang dibentuk. Karena kalimat "we can try".

Kita sebagai manusia terkadang lebih terlatih untuk mengatakan sesuatu yang negatif. Dengan mengatakan "ini sulit". Dan kalimat tersebut sedemikian seringnya. Maka mindset kita dilatih menjadi berpikir sulit juga. Dan pada akhirnya logika kita dilatih untuk menolak mengerjakan secara maksimal. Namun jika kita mengatakan dengan kalimat positif "ini tidak mudah", maka mindset kita akan meneruskan ke logika kita untuk terus mencoba dan memaksimalkan segala upaya. Karena logika kita dilatih untuk menerima hal tersebut menjadi "mudah".

"Anchor" lain adalah dengan mengunakan benda yang dianggap oleh orang tersebut sebagai penyemangat jika segala sesuatu yang "impossible" dapat menjadi "i'm possible". Selain dengan benda, bisa juga dengan gerakan yang bersemangat, seperti mengepal tangan dan meletakan di dada kita. Dimana seketika itu juga, semangat positif langsung mengalir.

Yah, selain "anchor". Yang terpenting adalah love dan attitude. Karena "love", bisa membuat semua menjadi lebih ringan, lebih nyaman, lebih indah, lebih semangat dan lebih dari segala lelah yang dilalui. Sedangkan "attitude" lebih membangun mentalitas kita yang tidak mudah menyerah, selalu ingin maju walaupun halangan dan keterbatasan ada di dalam perjalanan menuju suatu rencana yang akan dicapai.

Sehingga, "we can try" akan menjadi "anchor" yang sangat dahsyat karena ada "love" and "attitude" di dalam "we can try". Sehingga berhasil menjadi hal yang wajar bagi mereka yang percaya.

Di keheningan malam, menjelang tubuh ini memasuki relaksasi sempurna.