Surat untuk diriku di umur 15 tahun


Photo by Adetunji Paul on Unsplash

Halo Shab, apa kabar?

Gimana hasil latihan dance tadi pagi? Windmill mu sudah balance?

Gimana kondisi pinggangmu yang kecetit karena nyoba air-flare kemarin? Sudah membaik belum?

Aku tahu kamu pasti tidur di kelas hari ini karena kelelahan berlatih pagi tadi hehe.

Kamu pasti heran dan bertanya — tanya, siapa aku? Jangan kaget yah Shab, aku adalah dirimu di umur 17 tahun. Sengaja mengirim surat untuk mengabarkan sesuatu :)


Saat kamu menerima surat ini, kamu masih berumur 15 tahun. Kamu masih sangat belia dan sangat konsisten berlatih dance setiap pagi, sore dan malam hari. Saranku sih, jangan terlalu keras berlatih biar aku ga repot — repot terapi renang karena cedera skoliosismu saat berlatih, hehe.

Tidak ada yang salah dengan mimpi dan karirmu sebagai dancer, kamu jadi kenal banyak dancer nasional maupun internasional dan mengenal banyak bahasa. Kamu juga sudah mengukir beberapa prestasi di bidang tersebut. Aku sangat berterimakasih akan hal tersebut.


Beberapa bulan dari hari ini, kamu akan mengahadapi Ujian Nasional. Gimana perkembangan pelajaran Matematikamu yang tidak kamu ikuti selama satu tahun karena fokus berlatih? Sudah menghubungi gurumu untuk konsultasi soal — soal yang susah? Jangan sampai larut malam ya konsultasinya, gurunya juga butuh istirahat, hehe.

Salah satu hal yang mulai kamu pikirkan adalah pendidikan menengah atas. Kamu bimbang memilih antara IPA atau IPS. Kamu bimbang memilih musuh mana yang kamu sanggup hadapi, Biologi atau Sejarah. Kamu tidak menginginkan keduanya. Kamu menginginkan Multimedia, karena kegemaranmu sewaktu kecil adalah mengedit foto maupun video dan membuat animasi. Tetapi, itu pun harus kamu redam. Setelah ujian nasional berakhir, kamu putuskan untuk mengambil SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dengan motivasimu ingin membuat software setara Adobe, hehe.. kamu lucu sekali ya..


Shab, bukan tanpa alasan Tuhan tidak memberikanmu jalan dancer sebagai profesimu.

Tuhan tidak ingin tubuh ringkihmu tersakiti lebih lagi karena cedera cedera yang kamu alami.

Tuhan ingin kamu bertemu dengan minat dan keluarga barumu, disini bersamaku, di Technosoft dan SMK 10.

Tuhan ingin kamu bertemu orang orang yang akan menunjukan jalan yang sesuai untukmu.


Aku tahu, sampai umur 15 tahun ini kamu sering sekali merasa putus asa dan tidak ingin berada di masa depan. Tak apa, aku menerima perasaan dan kondisimu apa adanya. Tapi tak usah lagi berlarut — larut marah kepada keadaan dan iri kepada teman — teman dancemu. Jangan pernah kamu lupakan Tuhan, jangan pernah berhenti bermimpi dan terus lakukan hal positif. Yakinlah bahwa rencana Tuhan lebih baik dari segalanya.


Pesanku, jangan lupa berwudhu dan berdo’a sebelum tidur agar kamu istirahat dengan nyaman. Semoga sukses, Shabr!