Pertama nulis, kenapa medium? ya gapapa sih…
jadi, 3 November 2019 ini adalah pertama kalinya aku nulis di medium. setelah berjam-jam sebelum ini aku membaca blog milik kakak tingkatku, akhirnya aku memutuskan untuk membuat akun medium ini, ya meskipun ga premium-premium amat sih. tapi, aku merasa aku butuh media untuk menulis, buat mengeluarkan dan menarasikan pikiran aku.
aku sadar dan memahami diri banget kalo aku lebih mudah berkomunikasi dalam bentuk simbol-simbol tulisan dibanding verbal. alasannya, aku mikirnya lama dan kompleks! aku gabisa secara langsung mengeluarkan apa yang aku pikirkan menjadi rangkaian kata-kata. kadang, ide utama dari apa yang aku ucapkan kehilangan ruhnya di tengah pembicaraan. pembicaraan jadi ngalor-ngidul kemana-mana, kehilangan intinya. makanya, aku kalo ditanya pendapat tiba-tiba, atau ditanya pendapat dari sesuatu yang belum aku pahami secara utuh, suka minta waktu mikir dulu atau malah menolak untuk memberikan pandangan aku, ya karena proses berpikir aku cukup panjang. kalo lagi mikir A, suka tiba-tiba berkorelasi dengan B, terus dengan C. mungkin materi pembelajaran dari Pak Mahra tentang berpikir sistem udah aku alami jauuuh sebelum aku ambil mata kuliah pilihan ini. but in the end, everyone is unique. aku sangat bangga dan bersyukur sama Allah atas segala apa yang diberikan sama aku. Alhamdulillah, masyaAllah tabarakallaah :)
selain itu, aku menyadari banget nih. udah tingkat 3 di perkuliahan dan aku belum satupun namatin baca buku. kerasa, kering banget pikirku. zaman SMA dulu, aku merasa lebih mudah dalam menulis, bisa buat puisi sedikit-sedikit, buat caption official account instagram OSIS SMAN 24 Bandung, bikin draft sambutan buat nantinya dibacain ketua OSIS ku, dan lainnya. karena memang saat SMA dulu aku lumayan sering baca, dan ada program literasi juga di sekolah.
oke mulai sekarang Pia insyaAllah akan memulai kembali aktivitas membaca. semoga, ga kehilangan niat di tengah-tengah jalan.
