Bukan Hitam Lawan Putih

Sharon RH
Sharon RH
Aug 8, 2017 · 1 min read

Aku cinta dia, aku benci kamu

Aku benar, kamu salah

Kau bilang begitu, terkutuk!


Haruskah dedikasi berbuah penyempitan?

Mengapa kita cenderung melihat segala sesuatu sebagai sebuah dikotomi? Hitam dan putih? Benar dan salah?

Tidakkah kau lihat, betapa cantiknya seluruh warna abu-abu itu?

Ya, mungkin itu memang sebuah skema simplifikasi yang memudahkan otak manusia. Lebih sulit untuk mendengarkan argumen lain, mempertimbangkan sudut pandang lain; dibandingkan langsung menganggap yang lain salah, kemudian memikirkan apa yang kita yakini saja.

Kau tahu betapa bahayanya? Sekarang perang gagasan, besok perang saudara!

Jangan mencintai gagasanmu sampai buta karenanya.

Ingatkan aku. Ingatkan kamu. Ingatkan dia.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade