Dari sudut pandangku : Persma.

Sheila Hauna A.
Sep 7, 2018 · 2 min read

Apa sebenarnya yang aku cari dari sebuah lembaga ini, sebuah lembaga pers, di tengah banyaknya kegiatan lain yang bisa aku ambil?

Pernah terbersit, terdapat banyak lembaga lain, dengan segala dinamika kemahasiswaannya masing-masing. Di luar dan di dalam lingkungan akademik pun banyak terjadi polemik. Kesimpang siuran informasi mengenai dunia dan seisinya dan keterbukaan masalah di segala sisi kehidupan, membuat aku selalu bertanya apa yang dapat dilakukan seorang mahasiswa untuk menyelesaikan problematika ini?

“Definisi mahasiswa yang harus berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar, mencari kebenaran dengan cara yang benar, itu bisa kita dapatkan di sini (Persma).” ucap Muhammad Fawwaz Abiyyu Anvilen (TI’17) selaku anggota Redaksi Persma, ketika menjawab pertanyaan tersebut.

Dalam kasus mencari kebenaran dalam berita, Fawwaz melanjutkan, “Apakah ada suatu standar yang objektif dalam menilai kebenaran? Dalam ruang publik, setiap pendapat yang ada seharusnya dapat diberikan kritik, karena tidak ada suatu hal yang sangat sakral sampai tidak bisa diperdebatkan. Semua pendapat dan pernyataan, selama di back-up dengan data dan informasi yang benar, ya itu benar.”

Dalam kasus bagaimana pers menyikapi social confirmity — kasus dimana apabila banyak orang berkata sebuah pernyataan benar maka hal tersebut dianggap “kebenaran”padahal belum tentu itu benar — “kita bisa analogikan dengan filsafat ilmu, misalnya pada zaman Newton dan Maxwell, teori mereka dianggap benar secara pada saat itu, tidak ada yang bisa mematahkan kedua teori tersebut secara ilmiah. hingga pada zaman Einstein, dengan relativitasnya itu dianggap lebih benar. maka dari itu, pers berfungsi sebagai wahana untuk mencari kebenaran.” ucap Fawwaz.

“Memang kita sedang mencari kembali definisi Persma ada untuk apa. Pers mahasiswa ITB bukan ada untuk sekedar ada. Masih menjadi tugas aku sebagai Pemimpin Umum Persma, kita itu sebenarnya siapa sih?” Michael Hananta Utomo (BE’16) selaku Pemimpin Umum Persma berkata ketika ditanya, kenapa Persma sejak awal terbentuk. “Sepanjang berguna untuk massa kampus, mengapa tidak?” ujarnya lagi.

.

.

Aku akhiri wawancara di ini senja.

Sembari menatap langit merah merona,

pikiranku melanglang buana,

Mahasiswa, dengan dinamika,

seharusnya menjadi solusi bagi problematika

mencari kebenaran dalam warna yang abu tua

yang sedang berada dan memang terus ada

di tanah air tercinta.

.

.

Sheila Hauna Arifa

19918166

#osjurpersma2018

Sheila Hauna A.

Written by

This page is my journal. Come journey with me through it!