Faktor-faktor penentu Adopsi E-commerce oleh UKM di Negara Berkembang: Bukti dari Indonesia
Tak bisa dipungkiri bahwa e-commerce telah mengubah banyak hal dalam bisnis. Tidak hanya telah mengubah cara mereka menjual, membeli atau berurusan dengan pelanggan dan pemasok, tetapi juga telah mengubah perspektif bisnis dari keunggulan produksi menjadi keintiman pelanggan, dari agen penjual menjadi agen pembeli, dan dari fokus bisnis barang fisik saja menjadi fokus layanan, informasi dan intelijen. Akibatnya, era ekonomi baru telah merubah era informasi. Untuk dapat bertahan di bisnis ekonomi baru termasuk UKM didorong untuk mengadopsi teknologi ini. Bisnis-bisnis yang tidak mengadopsi filosofi ini akan ditinggalkan oleh pengadopsi. Selain itu, disebutkan oleh Jerry Jasinowski, Presiden National Association AS Produsen di Wall Street Journal bahwa “Perusahaan kecil perlu untuk mendapatkan permainan e-commerce atau mereka akan menutup bagian terpenting dari pasar”. Oleh karena itu, tidak heran bahwa banyak pihak termasuk pemerintah membayar perhatian besar terhadap UKM untuk mengadopsi teknologi ini. Pemerintah di banyak negara juga memberikan perhatian yang cukup terhadap UKM untuk menggunakan e-commerce melalui kebijakan dan peraturan yang membantu mereka mengadopsi teknologi informasi ini misalnya, di Australia, beberapa program dan kebijakan TIK seperti The Building on IT Strengths (BITS) Program inkubator, Program The National Technology Online (ITOL), Bisnis Entry Point dan The Online Business Resources Fasility.
- Faktor faktor yang mempengaruhi UKM mengadopsi E-commerce dikategorikan ke dalam empat kategori utama yaitu konteks teknologi, konteks organisasi, konteks lingkungan, dan konteks individu.
- Konteks Teknologi
Konteks teknologi mengacu pada aspek-aspek seperti manfaat yang dirasakan, kompatibilitas, dan biaya yang mempengaruhi adopsi teknologi e-commerce. Jadi ketiga aspek tersebut sangat mempengaruhi UKM untuk mengadopsi e-commerce, terutama pada aspek biaya, lebih murah biaya teknologi tertentu, semakin besar kemungkinan akan cepat diadopsi dan diimplementasikan dalam suatu organisasi. - Konteks Organisasi
Kesiapan teknologi merupakan salah satu konteks organisasi yang diusulkan dalam penelitian ini sebagai faktor penentu yang mempengaruhi UKM dalam mengadopsi e-commerce. Semakin besar kesiapan teknologi dari sebuah organisasi maka semakin besar kemungkinan organisasi mengadopsi teknologi IT, dan sebaliknya. Faktor lain dalam konteks organisasi yang diidentifikasi sebagai faktor penentu adopsi e-commerce oleh UKM adalah ukuran perusahaan. - Konteks Lingkungan
Faktor lingkungan mengacu pada pengaruh eksternal seperti tekanan dari pelanggan /pemasok, tekanan dari pesaing dan dukungan eksternal yang mempengaruhi adopsi e-commerce. Jadi suatu perusahaan akan memantau tindakan/strategi dari perusahaan lain terutama pada penggunaan teknologi dalam hal promosi dan lain sebagainya. - Konteks Individu
Faktor lingkungan mengacu pada pengaruh eksternal seperti tekanan dari pelanggan /pemasok, tekanan dari pesaing dan dukungan eksternal yang mempengaruhi adopsi e-commerce. Dalam hal ini pemilik/manajer perusahaan bertindak sebagai konteks individu dimana konteks inipun sebagai penentu perusahaan itu maju atau tidak dalam pengadopsian e-commerce.
Dalam hal ini penelitian untuk membuktikan factor apa saja yang mempengaruhi UKM untuk mengadopsi e-commerce, selanjutnya diperoleh kesimpulan yaitu bahwa diantara variabel sebelas diusulkan sebagai faktor penentu adopsi e-commerce oleh UKM dalam penelitian ini, hanya lima variabel: manfaat yang dirasakan, kesiapan teknologi, pemilik inovasi, pemilik kemampuan IT dan pemilik pengalaman IT, dengan positif dan signifikan kelima variable tersebut mempengaruhi UKM di Indonesia mengadopsi/menggunakan e-commerce.
Referensi : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042815039026
