Ada kau di beberapa kisah
Tentang perjalananku
Menuju dewasa
Kau ingat percakapan kita saat menunggu hujan reda
Kau bilang “suatu hari nanti, disuatu malam yang dingin kau menulis apa saja yang ada dikepalamu, dan aku membuatkan kau kopi sambil berdoa agar segala yang kau lakukan dimudahkan tuhan”
Aku semakin erat menggenggam tanganmu, sambil tersenyum sambil bersyukur kau ada.
Kau tak bisa pukul rata semua orang soal definisi bahagia, karna nyatanya bahagia kita memang berbeda, lalu aku menyadari satu hal..ternyata kita semu. Anehnya aku tak menyesali apapun.
Dan sampai pada titik, aku ikhlaskan semua tentang kau. Pada hari yang selesai hidup harus tetap berjalan karna akan ada yang datang dari pergi yang selalu ada.
Setiap perjalanan tidak harus terasa menyenangkan bukan..
Terima kasih karna kau sudah menghiasi setiap langkah langkah penuh ragu ini, di setiap sudut di setiap bingkai kau pernah berada disana. Sampai pada kau mengantarkan aku pada cinta yang benar.
Dan aku mulai percaya bahwa jatuh cinta tidak selamanya soal kedalaman tapi tentang kesiapan dan keseimbangan sampai akhirnya aku mengenal cinta tanpa perlu jatuh.
Ah mungkin dulu kita memang dua anak kecil yang sama sama sedang belajar soal toleransi
Untuk kau, aku sudah tidak marah
Dan
Selamat tinggal masa remajaku.
