Itu saja…

Mengapa burung bisa terbang? Dan ikan pandai berenang? Mengapa air selalu mengalir ketempat yang lebih rendah? Mengapa anjing menggonggong dan bunga bermekaran? Mengapa disini hujan namun diwaktu bersamaan kekeringan melanda belahan bumi lain?

Begitu sering mempertanyakan juga berkeingintahuan, tentang ini dan itu, tentang kemarin lalu hari esok, tentang takdir dan hidup, tentang apa yang akan kumakan dan minum. Tentang apa dan bagaimana nanti?

Lalu kian lucu saat mempertanyakan keberadaan Tuhan ketika tanya tak menuai jawab. Ketika kenyataan tidak sesuai dengan keinginan. Tuhan...Kau dimana? Lalu mulai menilai segalanya dengan pikiran manusia yang begitu terbatas.

Bukankah sesungguhnya Tuhan hanya memerintahkan umatNya untuk mencariNya tanpa perlu bertanya?

Burung dengan sayapnya terbang begitu saja tanpa mempertanyakan apakah ia akan jatuh dari ketinggian.

Bunga tumbuh bermekaran, tak bertanya seperti apa bentuk dan bagaimana warnanya nanti?

Ikan berenang, mengarungi riak tanpa bertanya seberapa deras arus air yang akan ia lalui? Begitu saja, tak banyak memilih dan meminta. Mereka hidup sebagaimana mereka adanya diciptakan.

Bukaknkah semestinya lebih baik demikian? Ada masa untuk menerima, mendengar, diam dan hanya melakukan saja.

Sesungguhnya, tidak semua pertanyaan memerlukan jawaban. Tidak semua keingintahuan membutuhkan sebuah penjelasan.

Itu saja yang kutahu, tanpa perlu lagi bertanya. Mengapa dan bagaimana? Siapa dan apa? Kapan dan dimana? Lakukan bagianmu, Tuhan akan melakukan bagiaNya. Itu saja....

Like what you read? Give Ryo Sitanggang a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.