Semua terasa sulit untuk saat ini…

Selasa, 11.51 WIB, Agustus 2017

Sebenarnya pagi ini saya sudah bangun pukul 7.30 WIB, karena lapar. Biasanya sih cuek dan memilih untuk meneruskan tidur hingga siang hari, tapi entah kenapa pagi ini saya sempat memikirkan pentingnya kesehatan, bahwasanya sarapan itu penting. Akhirnya saya pergi ke warung indomie dekat kos, pesan nasi putih dan dua telor ayam kampung ceplok. Takut juga kalau nanti maag kambuh. *Ternyata saya masih waras … ☺

Setelah makan, saya lanjut tidur hingga pukul 2 siang, berhubung hari ini masuk kerjanya jam 3.

Saat bangun, untuk beranjak dari tempat tidur juga perlu kekuatan ekstra, karena ternyata kasur terlalu kuat menahan tubuh. Bersamaan dengan pikiran-pikiran saya yang sedang berkecamuk. Hampir setiap hari saya harus melalui ini, berjuang untuk tidak memikirkan persoalan yang sedang terjadi. Masalah di gereja dengan orang-orang terdekat yang ada disana. Masalah pekerjaan yang sudah lama terasa membosankan dan monoton. Pikiran akan masa depan saya nanti akan seperti apa, kapan berkeluarga, menikah, istri dan anak. Pikiran kepada keluarga di kampung khususnya kedua orang tua. Pikiran akan keadaan ekonomi saya yg saat ini sedang carut marut. Seketika ketakutan dan kekhawatiran menghantui begitu dalam, semakin membuat saya tidak ingin beranjak, karena tidur sepertinya lebih menyenangnkan untuk saya saat ini dari pada menghadapi hari-hari yang seolah tidak ada jalan keluar. Hampir setengah jam saya terlentang, diam…namun pikiran berkecamuk diantara persoalan diatas. Perlu perjuangan keras untuk bangkit dari kasur…

Setelah menerima WA dari teman kantor, akhirnya saya bangun dan bersiap-siap. Saya langsung ke kamar mandi, gosok gigi dan mandi. Oh ya…Aktifitas ini seperti moment refleksi bagi saya, entah kenapa, seperti ada korelasi ketika saya di kamar mandi dengan setiap pergumulan yang sedang saya hadapi. Waktu membersihkan tubuh, rambut dan menggosok gigi, seperti ada harapan dan semangat, seperti diberi kekuatan untuk terus melangkah, hal ini selalu terjadi bersamaan dengan gerakan tangan saya saat membersihkan bagian-bagian tubuh, seolah sedang menyapu pikiran pikiran negatif yang ada didalam pikiran. Saya merasa ada energi baru setelah melakukan ritual ini. Saya menikmati dan menyukainya.

*pesan moralnya : jangan lupa mandi….!!!

Setelah itu, saya siap-siap berangkat. Diperjalanan menuju kantor, saya putar lagu rohani sambil berjalan kaki. Ketika turun dari jembatan penyebrangan di daerah Mampang, saya kembali berpapasan dengan bapak penjual asinan yang sudah renta. Momen ini hampir sering saya lalui saat dalam perjalanan ke kantor. Bapak yang sudah bungkuk dengan gerobak asinannya selalu menarik perhatian saya, ada rasa sedih, iba, salut saat itu, juga seperti sebuah renungan, bahwa mungkin kehidupan bapak ini jauh lebih berat dengan apa yang saya rasakan sekarang. Sebuah refleksi bagi saya. Sekali lagi, setiap kejadian dalam hidup itu selalu memberi makna, asal kita peka dan mau memaknainya melihatnya dari hati.

Saat itu juga saya mengucap syukur, mengucap syukur untuk apa yang masih ada pada saya. Pekerjaan, kesehatan dan lainnya. Terimakasih Tuhan. Untuk bapak tua tadi, semoga diberi berkat dan perlindungan dari Tuhan.

Hingga saat ini, saya masih berusaha sekuat tenaga untuk melalui pergumulan yang sedang saya alami, semua terasa berat, seperti tidak ada jalan keluar. Namun ditengah kesesakan hati dan pikiran ini, saya ingin terus berusaha memandang keatas, memohon jalan dan pertolangan dari Tuhan. Sebab saya sendiri tidak akan pernah mampu. Ada kecamuk dan gejolak, seperti dua sisi berlawanan yang sedang bertarung didalam diri saya. Sulit diungkapkan namun juga menyesakkan jika selalu disimpan didalam hati dan pikiran. Saya akan terus mencoba semampu saya. Ini tidak mudah. Melawan pikirian dan berdamai dengan diri sendiri adalah hal yang paling berat. Perlu selalu mengikut sertakan Kuasa Tuhan, setiap hari, setiap jamnya.

Tuhan, sebelum mengakhiri hari ini. Saya mencoba menenangkan diri, dan ingin berbicara denganMu. Tuhan, jangan biarkan saya lari dan tersesat. Engkaulah yang mambawa saya kembali kepadaMu dan berjalan sesuai petunjukMu. Tuhan, semua yang sedang bergejolak didalam diri dan pikiran ini kuserahkan kepadaMu. Jika saya lelah, Engkaulah yang memberikan tenaga, apabila saya menyerah dan pasrah, Engkaulah yang menguatkan. Engkaulah yang sempurna dalam setiap jalan-jalanMu. Tuhan, saya hanya ingin mencoba berjalan dan melalui semua ini sesuai kehendakMu. Dalam doa ini, saya berlutut dan merendahkan hati. Terimakasih Tuhan. Didalam nama anakMu Yesus Kristus dan Roh Kudus yang selalu menyertai kehidupan kami. Amin…