Imortalitas

Bahwa kita menghargai imortalitas jiwa dengan mengenang tubuh dan citra yang sifatnya mortal.
Mereka yang imortal berada di dunia ide, menjadi abadi. Terlahir kembali, menempati geladak pemahaman atau bersiap ditembakkan dari meriam pertanyaan.

Mereka yang abadi dan kekal tidak punya bentuk yang pasti, seperti udara. Di setiap gelembung yang berbeda ada udara yang sama. Udara yang sama, walaupun partikel yang satu bukan lah partikel yang lainnya. Mereka bebas untuk dipahami masing-masing.

Semua pencarian pemahaman imortalitas, serta semua hal yang ada di sisi lain belum selesai bagiku.

"Ah (itu semua) terlalu duniawi, kita mungkin akan melebur menjadi satu hal, yang tidak perlu repot lagi memikirkan hal seperti ini nanti."
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.