G. Sidharta
Aug 29, 2017 · 1 min read

Imortalitas

Bahwa kita menghargai imortalitas jiwa dengan mengenang tubuh dan citra yang sifatnya mortal.
Mereka yang imortal berada di dunia ide, menjadi abadi. Terlahir kembali, menempati geladak pemahaman atau bersiap ditembakkan dari meriam pertanyaan.

Mereka yang abadi dan kekal tidak punya bentuk yang pasti, seperti udara. Di setiap gelembung yang berbeda ada udara yang sama. Udara yang sama, walaupun partikel yang satu bukan lah partikel yang lainnya. Mereka bebas untuk dipahami masing-masing.

Semua pencarian pemahaman imortalitas, serta semua hal yang ada di sisi lain belum selesai bagiku.

"Ah (itu semua) terlalu duniawi, kita mungkin akan melebur menjadi satu hal, yang tidak perlu repot lagi memikirkan hal seperti ini nanti."

)

G. Sidharta

Written by

Ya, ada apa?

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade